DUNIA
Gila! 377 Pelanggaran Israel di Gaza Hanya dalam Sebulan
AKTUALITAS.ID – Harapan akan perdamaian sementara di Jalur Gaza, Palestina, tampaknya masih jauh dari kenyataan. Kantor Media Pemerintah di Gaza merilis laporan mengejutkan yang menyebutkan bahwa pasukan militer Israel telah melakukan 377 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata sepanjang bulan April 2026.
Tindakan represif dari Negeri Zionis tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan memakan korban jiwa yang masif. Dilaporkan sebanyak 111 warga sipil tewas dan 376 lainnya mengalami luka-luka di tengah status gencatan senjata yang seharusnya menjamin keamanan mereka.
Pelanggaran Nyata dan Krisis Kemanusiaan
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (30/4/2026), otoritas di Gaza mengecam keras tindakan militer Israel. Mereka menegaskan bahwa rentetan serangan ini merupakan “pelanggaran nyata dan serius” terhadap kesepakatan damai yang telah disetujui bersama.
Melansir dari Middle East Monitor, pelanggaran ini tidak hanya merusak upaya perdamaian, tetapi juga secara sistematis memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang menimpa jutaan warga Palestina di wilayah kantong tersebut. Akses bantuan logistik dan medis diblokade habis-habisan.
Bukti Israel Cekik Jalur Bantuan Gaza
Laporan tersebut membeberkan perbandingan drastis antara komitmen di atas kertas perjanjian dengan realitas pahit di lapangan selama bulan April 2026:
Darurat Pangan (Truk Bantuan): Berdasarkan kesepakatan, seharusnya ada 18.000 truk bantuan kemanusiaan yang masuk. Namun, Israel hanya mengizinkan 4.503 truk yang melintas, atau sekitar 25 persen dari kuota yang disepakati.
Krisis Energi darurat (Bahan Bakar): Sektor energi mengalami pukulan paling telak. Dari target 1.500 unit truk bahan bakar, hanya 187 truk (sekitar 12 persen) yang berhasil masuk. Defisit fatal ini melumpuhkan layanan esensial seperti operasional rumah sakit, pompa air bersih, dan jaringan listrik.
Pembatasan Ruang Gerak Warga: Pergerakan keluar-masuk perbatasan sangat dibatasi. Hanya 1.567 penumpang yang diizinkan melintas dari target 6.000 orang (hanya 26 persen).
Pasien dan Mahasiswa Terdampak
Kantor Media Gaza menggarisbawahi bahwa angka-angka tersebut adalah cerminan dari strategi pengekangan ruang gerak warga sipil. Ribuan nyawa pasien yang membutuhkan perawatan medis mendesak di luar negeri, mahasiswa, serta keluarga yang terpisah kini terjebak tanpa kepastian akibat pembatasan sepihak dari pihak Israel.
Dunia internasional kini didesak untuk mengambil langkah nyata guna menekan Israel agar mematuhi resolusi dan perjanjian gencatan senjata demi menyelamatkan warga sipil tak berdosa di Gaza. (Mun)
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
DUNIA06/08/2026 21:00 WIBRudal Rusia Tewaskan Belasan Orang di Kyiv
-
DUNIA06/08/2026 18:00 WIBNetanyahu: Serang Iran Tak Butuh Restu Washington
-
EKBIS06/08/2026 20:00 WIBAirlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
NUSANTARA06/08/2026 22:00 WIBBocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Ganas
-
RAGAM07/08/2026 01:05 WIBSJA Textile Hadirkan Strategic Fabric Partner, Bantu Brand Fashion dari Awal Produksi
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
-
NASIONAL07/08/2026 06:00 WIBAmnesty Desak MBG Dihentikan Usai Dugaan Keracunan Massal

















