Connect with us

EKBIS

Warga Borong 30 Ton Daging Meugang di Pasar Murah Pemkot Banda Aceh

Aktualitas.id -

Pedagang melayani pembeli saat pelaksanaan pasar murah daging tradisi meugang menjelang bulan Ramadhan di Desa Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Aceh, Minggu (15/2/2026). (Antara Foto/ Akramul Muslim/bar).

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui DP2KP Kota Banda Aceh dan kolaborasi dengan Perumda Tirta Daroy serta Perwakilan Bank Indonesia Aceh melaksanakan pasar murah daging meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sejak 15-18 Februari 2026 di 12 titik penjualan yang telah ditetapkan di wilayah Kota Banda Aceh.

Sebanyak 30 ton daging sapi untuk tradisi meugang Aceh yang disediakan Pemerintah Kota Banda Aceh habis dibeli masyarakat setempat dalam tiga hari pelaksanaan pasar murah, warga antusias membeli karena harganya telah disubsidi.

“Sejak hari pertama kita laksanakan pasar murah daging meugang, sekitar 30 ton daging (sudah termasuk tulang, kulit, jeroan) telah dibeli masyarakat dengan harga subsidi,” kata Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, Iskandar di Banda Aceh, Selasa (17/2/2026).

Harga jual daging meugang pada pasar murah tersebut Rp140 ribu per kilogram karena telah disubsidi pemerintah kota. Artinya, menjadi lebih murah dari harga pasar saat tradisi meugang yakni mencapai Rp180 per kilogram.

Iskandar menjelaskan 30 ton daging meugang yang telah dijual tersebut dari total 41 ekor sapi dengan berat rata-rata 700-800 kg yang dipotong sejak hari pertama pelaksanaan hingga Selasa sore (di 11 titik).

“Jadi, kalau dengan rata-rata berat sapinya itu, maka sebanyak 30 ton daging termasuk kulit, tulang dan jeroan sudah terbeli oleh masyarakat,” ujarnya.

Dirinya merinci pemotongan ternak untuk daging meugang pasar murah itu yakni pada Minggu (15/2/2026) sebanyak delapan ekor, tersebar di kawasan Lhong Raya empat ekor, Lampoh Daya dua ekor, dan Pasar Neusu dua ekor.

Kemudian pada Senin (16/2/2026) sebanyak 13 ekor, tersebar di wilayah Lam Ara dua ekor, Pasar Aceh tiga ekor, Batoh dan Lampaseh masing-masing empat ekor.

Selanjutnya pada Selasa ini 19 ekor sapi, tersebar di empat titik penjualan yakni Lampaseh Aceh dan Punge Ujong masing-masing lima ekor, Lamglumpang 6 ekor dan Jeulingke empat ekor.

Selain itu, lanjut dia, pasar murah daging meugang ini masih berlangsung hingga Rabu (18/2) pada satu titik penjualan di depan Kantor PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, rencananya enam ekor sapi bakal dipotong untuk hari terakhir ini.

“Artinya, ketersediaan daging pada pasar murah meugang ini bisa mencapai 35 ton lebih (dengan penambahan besok enam ekor lagi atau sekitar 4,5 ton ton),” katanya.

Iskandar menjelaskan pelaksanaan pasar murah daging meugang ini sebagai salah satu upaya Pemerintah Banda Aceh mengendalikan inflasi menjelang Ramadhan, khususnya pada pembelian daging.

“Selain untuk mengendalikan inflasi, lewat pasar murah ini Pemkot Banda Aceh juga ingin memberikan daging berkualitas dengan harga murah kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan jika dilihat dari kebutuhan daging meugang di Banda Aceh sekitar 50-60 ton, maka pasar murah ini sudah cukup membantu menekan inflasi di ibu kota Provinsi Aceh itu.

“Kebutuhan daging meugang diperkirakan sebesar 50-60 untuk Banda Aceh, jadi kalau yang sudah terjual di pasar murah sebanyak 30 ton, maka pemerintah sudah membantu memenuhi 50 persen dari kebutuhan, apalagi ditambah besok sehari lagi,” demikian Iskandar.

(Purnomo/goeh)

TRENDING