Connect with us

EKBIS

Rupiah Melemah ke Rp16.988 per Dolar AS Hari Ini

Aktualitas.id -

llustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Pelemahan ini terjadi seiring penguatan dolar AS yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.10 WIB, kurs rupiah di pasar spot tercatat melemah sekitar 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp16.988 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat tipis ke posisi 100,21.

Pergerakan rupiah masih berada dalam tekanan seiring perubahan cepat sentimen pasar global. Head of Research Pepperstone, Chris Weston, menyebut probabilitas keterlibatan militer Amerika Serikat di Iran kini meningkat dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

“Perubahan persepsi pasar terjadi sangat cepat, sehingga pelaku pasar harus tetap terbuka terhadap berbagai kemungkinan,” ujarnya.

Hingga pukul 10.03 WIB, rupiah terpantau berada di kisaran Rp16.989 per dolar AS atau melemah tipis dari penutupan sebelumnya di Rp16.980. Data lain menunjukkan rupiah sempat bergerak di level Rp16.952 per dolar AS, menandakan volatilitas masih cukup tinggi.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan rupiah akan fluktuatif, namun cenderung melemah sepanjang hari. Ia memperkirakan rentang perdagangan berada di kisaran Rp16.980 hingga Rp17.030 per dolar AS.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga mengalami tekanan terhadap dolar AS. Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam, diikuti ringgit Malaysia, baht Thailand, won Korea Selatan, hingga yuan China. Sementara itu, yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang yang menguat pada perdagangan pagi ini.

Tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh penguatan dolar AS secara global. Indeks dolar terus menanjak seiring ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, berpotensi mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.

Kondisi ini membuat aset berbasis dolar semakin menarik bagi investor global, sehingga memicu aliran dana keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah turut menambah tekanan terhadap mata uang negara importir energi seperti Indonesia.

Secara domestik, kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank nasional juga mencerminkan tekanan terhadap rupiah. Beberapa bank besar menetapkan kurs jual di kisaran Rp17.000-an per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Dengan berbagai sentimen tersebut, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dan defensif. Pergerakan rupiah dalam waktu dekat diperkirakan masih akan dipengaruhi dinamika global, terutama perkembangan konflik geopolitik dan arah kebijakan moneter AS. (Firmansyah/Mun)

TRENDING

Exit mobile version