EKBIS
Pidato Perang Donald Trump Bikin IHSG Hari Ini Runtuh ke Level 7.092
AKTUALITAS.ID – Pasar saham Indonesia kembali diuji! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan Kamis, (2/4/2026), dengan performa yang kurang menggembirakan. Terpantau di zona merah, IHSG langsung anjlok 31,33 poin di awal sesi, melanjutkan tekanan jual yang kian intensif di pasar modal.
Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG tercatat merosot tajam 1% ke level 7.112,46. Ini bukan sekadar koreksi biasa, melainkan cerminan sentimen negatif global yang sedang meningkat. Pemicu utamanya? Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kelanjutan konflik bersenjata dengan Iran.
Kekhawatiran global menyebar cepat setelah Trump kembali menegaskan bahwa operasi militer “Epic Fury” di Iran akan terus berlanjut hingga semua tujuan strategis tercapai, bahkan dengan ancaman “serangan pemungkas” yang segera dilancarkan. Pernyataan ini sontak memicu sentimen risk-off yang kuat di kalangan investor.
Data perdagangan pukul 09:04 WIB menunjukkan, pelemahan IHSG ini merupakan kelanjutan konsolidasi pasar pasca libur panjang. Meskipun sempat ada harapan penguatan di pekan sebelumnya, pasar kini cenderung berhati-hati (cautious) akibat fluktuasi nilai tukar Rupiah dan gejolak pasar global.
Dampak dari pidato Trump ini juga terasa di seluruh Asia. Setelah sempat dibuka menguat, bursa-bursa utama Asia kompak “kebakaran”. Indeks Kospi di Korea Selatan anjlok 2,85%, Nikkei Jepang melorot 1,4%, dan Hang Seng Hong Kong juga turun 0,86%. Ini mempertegas betapa sensitifnya pasar terhadap isu geopolitik.
Pada pukul 09.52 WIB, pelemahan IHSG kian parah, terpangkas 92,385 poin atau setara 1,29% ke level 7.092,053. Sebanyak 380 saham emiten melemah, sementara hanya 200 saham menguat dan 154 saham stagnan. Dominasi tekanan jual sangat terasa, dengan total transaksi pagi ini mencapai Rp3,932 triliun dari 7,978 miliar saham yang diperdagangkan.
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, sebelumnya memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. “Diperkirakan support IHSG 7.025-7.130 dan resist IHSG 7.200-7.300,” ungkap Fanny dalam analisis hariannya. Namun, dinamika pasar geopolitik tampaknya berkata lain.
Perlu diingat, IHSG pada perdagangan kemarin, Rabu (1/4), sempat ditutup naik 1,93% meski masih diwarnai net sell asing sebesar Rp163 miliar. Saham-saham seperti BMRI, BBRI, BBNI, ANTM, dan ITMG menjadi incaran jual asing.
Di sisi lain, pasar Wall Street justru kompak menguat pada perdagangan Rabu (1/4), ditopang optimisme meredanya konflik AS-Iran dan melemahnya harga minyak dunia. Indeks Dow Jones naik 0,48%, S&P 500 menguat 0,72%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,16%. Begitu pula dengan bursa Asia-Pasifik yang juga menguat pada Rabu (1/4), dengan Kospi melonjak 8,4% dan Nikkei melesat 5,2% karena ekspektasi meredanya konflik.
Namun, semua optimisme itu kini terguncang. Pernyataan terbaru Presiden Trump telah mengubah peta permainan. Para investor diharapkan tetap cermat dan memantau perkembangan geopolitik global yang sangat dinamis ini. (Firmansyah/Mun)
-
FOTO01/04/2026 17:07 WIBFOTO: Halal Bihalal KWP Bersama DPR
-
POLITIK01/04/2026 14:00 WIBPakar Desak Prabowo Singkirkan Menteri Minim Pengalaman
-
FOTO02/04/2026 07:50 WIBFOTO: Suasana Gedung DPR saat Efisiensi Energi
-
RAGAM01/04/2026 15:30 WIBTanpa Cuti Bersama, Pekerja Tetap Nikmati Libur Panjang di April 2026
-
PAPUA TENGAH01/04/2026 19:00 WIBDisperindag Mimika Pastikan Stok BBM dan LPG Aman
-
JABODETABEK01/04/2026 22:00 WIBPMJ: Kasus Andrie Yunus Telah Dilimpahkan ke TNI
-
DUNIA01/04/2026 15:00 WIBKiamat Minyak Makin Dekat? Iran Siapkan “Kejutan” Ngeri di Bab Al Mandab
-
NUSANTARA01/04/2026 17:30 WIBGunakan Mobil Dinas untuk Keperluan Pribadi, Bupati Blora Copot Plt Sekwan

















