Connect with us

EKBIS

Airlangga Hartarto Bantah Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos

Aktualitas.id -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Harapan masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) untuk mendapatkan handphone (HP) gratis dipastikan kandas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara tegas membantah adanya rencana pemerintah untuk membagikan ponsel pintar gratis berserta rekening digital, seperti yang sempat ramai diperbincangkan.

“Enggak (ada ponsel gratis), memang enggak pernah kami bahas pemberian handphone gratis itu,” tegas Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Pernyataan Airlangga ini sekaligus mematahkan wacana yang sebelumnya dilontarkan oleh Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo. Pada Selasa (13/10/2026) lalu, Hashim sempat menjanjikan bahwa setiap warga negara akan menerima ponsel berfasilitas rekening digital untuk memangkas penyaluran bansos uang tunai fisik.

BACA JUGA  Politikus PDIP: Pemberian Bantuan Kepada Masyarakat Dilakukan Pemerintah Sudah Lebih Baik

Alih-alih membagikan HP gratis, Airlangga memastikan pemerintah saat ini fokus mengeksekusi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembukaan rekening bank massal bagi masyarakat, khususnya yang telah menginjak usia 17 tahun.

Program yang dijadwalkan meluncur pada kuartal IV 2026 ini bahkan telah disokong anggaran fantastis sebesar Rp 3,8 triliun. Pemerintah menggandeng dua bank raksasa pelat merah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI), sebagai ujung tombak pelaksana.

“Rekening massal itu termasuk dalam program kuartal IV. Kami sedang siapkan regulasinya,” ungkap Airlangga terkait progres program pengganti wacana HP gratis tersebut.

Langkah pembukaan rekening massal ini dinilai jauh lebih realistis untuk memperluas inklusi keuangan masyarakat bawah. Dengan memiliki rekening sendiri, penerima bansos dipastikan dapat langsung menerima dana transferan bantuan secara utuh, menyimpan uang, hingga melakukan transaksi keuangan tanpa harus bergantung pada pencairan tunai fisik yang rawan pemotongan. (Firman/Mun)

BACA JUGA  Airlangga Sebut Ekonomi Kuartal III Minus, Tapi Tidak Mengalami Resesi

TRENDING