NASIONAL
Program MBG Diharapkan Ciptakan Lapangan Kerja dan Dorong Kemandirian Masyarakat
AKTUALITAS.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
Dalam keterangannya pada Rabu (9/4/2025), Dadan menjelaskan bahwa setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dirancang untuk melayani 3.000 hingga 4.000 penerima manfaat. Hal ini bertujuan menciptakan permintaan yang tinggi dan membuka peluang pasar baru yang terus berkembang (new emerging market).
“Secara ekonomi, program MBG berpotensi menciptakan lapangan kerja langsung di SPPG,” ujarnya.
Ia merinci, tiga tenaga inti seperti kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan akan menjadi pegawai BGN dan digaji langsung melalui APBN. Sementara itu, tenaga pendukung seperti juru masak dan relawan mitra akan dibiayai melalui dana operasional yang disalurkan BGN kepada mitra pelaksana.
Tak hanya itu, program MBG juga membuka peluang bagi para pelaku usaha lokal, khususnya penyalur bahan baku makanan. Setiap SPPG setidaknya membutuhkan 15 penyalur baru.
“Kalau satu penyalur mempekerjakan 2–5 orang, maka ini menciptakan lapangan kerja tidak langsung yang cukup signifikan,” kata Dadan.
Program ini juga mengundang keterlibatan lebih luas dari sektor swasta. Pengusaha atau yayasan dapat menjadi mitra resmi dengan mendaftar melalui situs mitra.bgn.go.id, dan berpeluang mendapatkan keuntungan ekonomi sembari berkontribusi pada pembangunan gizi nasional.
Lebih jauh, Dadan menekankan bahwa program MBG merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa. Dengan pertumbuhan penduduk Indonesia mencapai 3 juta jiwa per tahun, diperkirakan jumlah penduduk akan menyentuh angka 324 juta pada 2045. Namun, tantangan besar menghadang, mengingat mayoritas pertumbuhan tersebut berasal dari keluarga dengan tingkat pendidikan rata-rata sembilan tahun dan penghasilan kurang dari Rp1 juta per bulan.
“Presiden sangat resah. Anak-anak lahir dari keluarga yang rentan, pendidikan rendah, dan pendapatan terbatas. Ini mengancam kualitas SDM kita ke depan,” ujarnya.
Melalui MBG, pemerintah menargetkan intervensi pada dua fase krusial dalam kehidupan manusia: 1.000 hari pertama kehidupan (usia 0–2 tahun) dan masa remaja (usia 8–18 tahun). Dadan berharap, dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang, generasi muda Indonesia dapat tumbuh optimal, baik secara fisik maupun mental.
“Dengan MBG, kita ingin melahirkan generasi sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” pungkasnya. (PURNOMO/DIN)
-
FOTO18/02/2026 23:57 WIBFOTO: AHY Hadiri Perayaan Imlek 2026 Partai Demokrat
-
OASE19/02/2026 05:00 WIBAsal-usul Salat Tarawih dan Alasan Rasulullah Tak Selalu Berjamaah
-
NASIONAL18/02/2026 19:00 WIB58 Persen Dana Desa Dialokasikan Pemerintah untuk Pembangunan KDMP
-
OTOTEK18/02/2026 20:00 WIBHyundai dan Kia Bidik Model Baru Tahun Ini
-
JABODETABEK18/02/2026 20:30 WIBKurir Narkoba di Kantor Ekspedisi Cipinang Berhasil Ditangkap
-
NUSANTARA18/02/2026 19:30 WIBPeningkatan Konsumsi Beras Selama Ramadhan Mulai Diantisipasi Pemkot Malang
-
RIAU18/02/2026 21:30 WIB240 Personel Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Karhutla di Riau
-
PAPUA TENGAH18/02/2026 22:48 WIBPenyelesaian Tapal Batas Kapiraya Berjalan, Tokoh Adat Minta Tidak Terprovokasi

















