NASIONAL
Jadi Ancaman, Puan Desak Pemerintah Sikat Habis Judi Online
AKTUALITAS.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah untuk serius memberantas judi online (judol) yang mengancam masa depan generasi muda Indonesia. Puan menyoroti data Komdigi yang mengungkap 80 ribu anak di bawah 10 tahun terpapar judol, rata-rata melalui game ponsel.
“Judi online tidak boleh dibiarkan berkembang semakin luas. Judol mengancam masa depan anak bangsa,” tegas Puan, Senin (28/4/2025).
Puan menekankan dampak merusak judol pada berbagai aspek kehidupan, termasuk meningkatnya kasus KDRT dan masalah kesehatan mental seperti depresi hingga bunuh diri. Dia juga menyoroti laporan PPATK yang mencatat perputaran dana judol mencapai Rp 1.200 triliun, melampaui anggaran pendidikan nasional.
“Ini mengindikasikan bahwa sistem pengawasan finansial digital memiliki masalah yang sangat krusial,” kata Puan.
Puan menyerukan penanganan komprehensif yang melibatkan pemerintah, platform media sosial, penyedia layanan internet, dan masyarakat luas. Dia juga menekankan pentingnya kurikulum pendidikan dan kampanye publik yang memuat bahaya judol, serta pembaruan regulasi untuk memperketat pengawasan terhadap perbankan, e-wallet, dan operator seluler.
“Negara harus benar-benar hadir mengatasi persoalan judol. Pastikan juga bandar-bandar judol diberantas, bukan hanya pemain-pemain tengah atau pelaku kecilnya,” tegas Puan. (Ari Wibowo/Mun)
-
RAGAM21/04/2026 14:00 WIBKisah Pilu Anak Tunggal Kartini
-
FOTO21/04/2026 14:07 WIBFOTO: Barbuk Tindak Penyelundupan Manusia dengan Tersangka WNA Asal Pakistan
-
EKBIS21/04/2026 11:30 WIBEmas Antam Selasa Pagi Naik Rp40.000
-
OTOTEK21/04/2026 14:30 WIBCek HP Kamu! 15 Aplikasi Ini Jadi Sarang Maling M-Banking
-
RAGAM21/04/2026 16:30 WIBPerlu Tau, Berikut Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan Dalam Wadah Plastik
-
DUNIA21/04/2026 12:00 WIBTurki: Aliansi Israel Bisa Picu Perang di Kawasan
-
POLITIK21/04/2026 13:00 WIBPDIP Ungkap Jokowi Khianati Banyak Tokoh
-
POLITIK21/04/2026 11:09 WIBJK Klaim Berjasa Bawa Jokowi ke Puncak Kekuasaan, Pengamat: Jangan Lupakan Momentum 2014