NASIONAL
KPU dan ANRI Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Arsip Pemilu
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjalin kerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) guna memperkuat pengelolaan, pelestarian, dan pemanfaatan arsip Pemilu dan Pilkada.
Kerja sama ini dinilai penting oleh KPU untuk meningkatkan pemahaman serta tata kelola arsip kepemiluan yang lebih profesional. Pengelolaan arsip yang baik dinilai berkorelasi langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pada jabatan fungsional kearsipan.
Di sisi lain, ANRI menilai arsip Pemilu dan Pilkada merupakan potret sejarah perjalanan demokrasi Indonesia. Setiap proses pemilihan umum yang menghasilkan pemimpin negara secara konstitusional merupakan cerminan pilihan rakyat, dan arsip perhelatan demokrasi tersebut berada di KPU.
Ketua KPU Mochammad Afifuddin mengatakan, MoU ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan KPU, termasuk penguatan peran arsiparis serta pemetaan fungsi jabatan fungsional kearsipan di lingkungan KPU.
“Dalam waktu dekat, selain MoU, kami juga akan membahas apakah KPU dapat menyerahkan arsip-arsip yang selama ini belum diserahkan,” ujar Afif dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Afif juga mengungkapkan bahwa KPU saat ini tengah melakukan pembangunan Museum Pemilu, yang membutuhkan dukungan arsip sejarah yang selama ini dikelola ANRI.
“KPU ingin dibantu oleh ANRI untuk pengembangan museum pemilu, karena sebagian dokumen penting perjalanan pemilu tersimpan di ANRI,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota KPU Idham Holik menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permintaan data dan arsip kepada ANRI untuk melengkapi koleksi Museum Pemilu. Salah satu yang dibutuhkan adalah arsip terkait pemilu lokal yang pernah berlangsung di Indonesia sebelum Pemilu 1955.
“Data pemilu-pemilu lokal sebelum 1955 sangat penting untuk menggambarkan perjalanan awal demokrasi elektoral di Indonesia,” jelas Idham.
Senada dengan KPU, Kepala ANRI Mego Pinandito berharap kolaborasi ini dapat memperkuat pengelolaan arsip pemilu sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas, transparansi, dan legitimasi demokrasi.
“ANRI akan berkunjung ke KPU dan berupaya memenuhi kebutuhan museum pemilu. Kami juga siap memberikan masukan berdasarkan perjalanan sejarah pemilu dan pemilihan di Indonesia,” ujar Mego.
Penandatanganan MoU ini turut dihadiri jajaran pejabat Eselon I dan II Sekretariat Jenderal KPU, serta jajaran Sekretariat Utama ANRI, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga memori kolektif demokrasi Indonesia. (Firmansyah/Mun)
-
NUSANTARA19/03/2026 21:00 WIBKecelakaan di Tol Batang-Semarang, Dua Orang Tewas
-
EKBIS19/03/2026 22:00 WIBAntisipasi Kemacetan di Jalur Mudik, 95 SPBU Modular Disiagakan
-
DUNIA19/03/2026 21:30 WIB16 Jet Tempur KF-21 Dari Korea Selatan Siap Dikirim ke Indonesia
-
NUSANTARA20/03/2026 13:30 WIBPuncak Arus Mudik di Jalur Nagreg Sudah Terlewati
-
JABODETABEK19/03/2026 22:30 WIBJasamarga Tambah Jalur Contraflow di Tol Japek
-
RAGAM20/03/2026 14:00 WIBWijaya 80 dan Sal Priadi Rilis Single “Bulan Bintang-Garis Menyilang”
-
NUSANTARA19/03/2026 23:00 WIBSelama Nyepi Berlangsung, Ratusan Pecalang Desa Adat Tuban Berpatroli
-
OASE20/03/2026 05:00 WIBAlasan Mengapa Rukyatul Hilal Bersifat Lokal, Bukan Global

















