Connect with us

NASIONAL

TAUD Desak Puspom TNI Rilis Foto Pelaku Penyiraman Air Keras

Aktualitas.id -

TAUD Desak Puspom TNI Rilis Foto Pelaku Penyiraman Air Keras, ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) secara tegas mendesak Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.

TAUD menuntut agar Puspom TNI segera merilis foto atau menampilkan langsung keempat prajurit yang telah ditetapkan sebagai tersangka ke hadapan publik.

Keempat oknum prajurit tersebut diketahui berinisial Kapten NDP, Letnan Satu SL, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES.

“Dalam waktu bersamaan, Puspom TNI menyatakan telah ‘mengamankan’ 4 orang personel TNI sebagai terduga pelaku. Kami mendesak Puspom TNI bersikap transparan dengan merilis foto pelaku agar masyarakat dapat memverifikasi kebenarannya secara independen,” bunyi keterangan resmi TAUD, Senin (23/3/2026).

Lebih lanjut, TAUD mengungkapkan temuan mengejutkan dari hasil investigasi independen mereka. Penyerangan terhadap Andrie Yunus diduga kuat bukan kejahatan biasa, melainkan sebuah operasi besar yang terstruktur dan terorganisasi.

Berdasarkan pantauan kamera pengawas (CCTV) YLBHI, TAUD mengidentifikasi keberadaan belasan orang yang saling berkoordinasi di sekitar lokasi pada malam kejadian.

“Kami menduga percobaan pembunuhan berencana ini melibatkan jaringan yang lebih besar, terlatih, dan sistematis,” tegas perwakilan TAUD.

Oleh karena itu, TAUD mendesak pihak Kepolisian RI untuk tidak berhenti pada pelaku lapangan. Mereka menuntut aparat untuk terus melakukan penyelidikan mendalam guna membongkar dan menangkap aktor intelektual serta pihak-pihak yang memberikan dukungan operasional dalam teror tersebut.

Sebelumnya, Komandan Puspom (Danpuspom) TNI, Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto, telah mengonfirmasi keterlibatan empat prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam kasus ini.

Mayjen Yusri menjelaskan bahwa keempat tersangka merupakan anggota Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI yang berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

“Keempat tersangka sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan mendalam oleh Puspom TNI,” pungkas Yusri memastikan proses hukum militer tengah berjalan. (Bowo/Mun)

TRENDING