NASIONAL
Mensos Akui DTSEN Masih Perlu Pembenahan, Versi 3 Segera Diluncurkan
AKTUALITAS.ID – Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tengah menuntaskan penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 yang akan menjadi dasar penyaluran bantuan sosial. Meski demikian, pemerintah mengakui data tersebut masih memerlukan pembenahan agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan koordinasi antara Kemensos dan BPS dilakukan secara berkala setiap tiga bulan untuk memperbarui data sosial ekonomi masyarakat yang dinilai sangat dinamis.
“DTSEN sebagai pedoman untuk menyalurkan bansos makin akurat. Meskipun masih perlu dilakukan konsolidasi, khususnya dengan pemerintah daerah agar data kita semakin sesuai dengan kenyataan,” kata Saifullah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/7/2026)..
Menurut dia, perubahan kondisi masyarakat terjadi hampir setiap hari, mulai dari warga yang meninggal dunia, lahir, menikah, berpindah domisili, hingga mengalami perubahan tingkat kesejahteraan. Kondisi tersebut membuat pembaruan data harus dilakukan secara terus-menerus.
Saifullah menilai pelaporan rutin dari pemerintah daerah menjadi faktor penting agar bantuan sosial tidak salah sasaran, misalnya masih diterima oleh warga yang telah meninggal dunia, pindah domisili, atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima manfaat.
Pemerintah saat ini menetapkan kuota penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 18 juta keluarga.
Pada triwulan II 2026, Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial menetapkan 475.821 keluarga baru sebagai penerima PKH dan BPNT. Mereka menggantikan penerima sebelumnya yang dinyatakan telah graduasi karena kondisi ekonomi membaik, meninggal dunia, atau diketahui berstatus aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/Polri, pegawai BUMN, maupun anggota legislatif.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan finalisasi DTSEN versi 3 memang ditargetkan selesai pada awal Juli 2026 melalui proses sinkronisasi antara kedua lembaga.
“Tentunya tadi kami masih terus melakukan sinkronisasi dan koordinasi dalam rangka finalisasi DTSEN versi 3 tahun 2026,” ujar Amalia.
Selain menyelesaikan pembaruan data, BPS dan Kemensos juga berencana menyediakan kanal “Cek DTSEN” agar masyarakat, termasuk mahasiswa, dapat mengajukan pembaruan data secara mandiri, terutama terkait perubahan status desil.
“Kami menyepakati akan menyediakan channel untuk percepatan masyarakat ataupun mahasiswa bisa melakukan pemutakhiran DTSEN melalui channel Cek DTSEN,” kata Amalia.
Meski pemerintah menyebut akurasi DTSEN terus meningkat, pengakuan bahwa data masih memerlukan konsolidasi menunjukkan persoalan validitas data penerima bantuan sosial belum sepenuhnya terselesaikan. Akurasi DTSEN akan menjadi penentu efektivitas penyaluran bansos, mengingat data tersebut menjadi acuan utama berbagai program perlindungan sosial pemerintah.
-
RIAU08/07/2026 13:45 WIBKapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Riau
-
NASIONAL08/07/2026 06:00 WIBMuzani: Presiden Berhak Tunjuk Siapa Saja Wakili Negara
-
NUSANTARA08/07/2026 08:30 WIBHeboh ASN Pandeglang Diduga LGBT
-
NASIONAL08/07/2026 13:30 WIBAnak Menkeu Bantah Tudingan Bermain Judi Lewat Polymarket
-
NASIONAL08/07/2026 12:00 WIBRieke Minta KY dan MA Periksa Dugaan Pelanggaran Etik Penanganan PK Nikita Mirzani
-
DUNIA08/07/2026 08:00 WIBBom Guncang Damaskus Saat Macron Berkunjung
-
NASIONAL08/07/2026 14:00 WIBKPK Telusuri Dugaan Asal Dana Amplop untuk Raja Juli
-
EKBIS08/07/2026 10:30 WIBRupiah Ambrol ke Rp17.987 per Dolar