Connect with us

NASIONAL

Kemenbud Mulai Pemugaran Yasti Borobudur, Pertama Sejak 1911

Aktualitas.id -

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Buddha, Supriyadi saat menghadiri Taklimat Media: Pemugaran Yasti Mahastupa Candi Borobudur, Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Oktober 2026. AKTUALITAS.ID/ANdrey

AKTUALITAS.ID – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memulai pemugaran dan konservasi struktur Yasti di puncak Candi Borobudur, Jawa Tengah. Pemugaran tersebut menjadi yang pertama sejak 1911, ketika dilakukan pada masa kolonial Belanda oleh arkeolog Theodoor van Erp.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pemugaran dilakukan setelah pemantauan pada 2026 menemukan pergeseran susunan batu, rongga, dan rekahan pada bagian Yasti. Kondisi tersebut dinilai perlu ditangani untuk menjaga kestabilan struktur bangunan cagar budaya itu.

“Pemugaran Yasti ini sudah cukup lama tidak pernah dilakukan, terakhir dilakukan itu 1911 oleh Van Erp,” ujar Fadli dalam taklimat media di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Menurut Fadli, salah satu perhatian utama dalam pemugaran adalah keberadaan rongga di dalam struktur Yasti. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kestabilan susunan batu, terutama jika terjadi gempa bumi atau guncangan akibat aktivitas vulkanik.

“Di dalam Yasti itu ada rongga yang cukup dalam, kalau terjadi gempa itu bisa tergelincir seperti Candi Prambanan waktu gempa 2006 lalu,” kata Fadli.

Untuk mengetahui kondisi bagian puncak yang sulit dijangkau, tim pemugaran menggunakan sejumlah metode pemeriksaan, antara lain ground penetrating radar (GPR) yang dioperasikan dengan bantuan drone, pengujian ultrasonik, dan hammer test.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi struktur dan tingkat kerusakan sebelum proses pemugaran dilaksanakan. Hasil pemeriksaan menjadi bagian penting dalam menentukan penanganan yang diperlukan pada struktur puncak candi.

Fadli menegaskan, pemugaran dilakukan dengan tetap mempertahankan keaslian material Candi Borobudur. Pemerintah menyatakan tidak akan menambahkan material baru dalam proses tersebut.

“Tidak ada material baru, semuanya material asli yang ada di Borobudur dan setiap batu diberi nomor untuk dipasang kembali,” ujar Fadli.

TRENDING

Exit mobile version