Connect with us

EKBIS

Petani Menjerit Dihantam Kekeringan, Ridwan Bae Desak Kementerian PU Bergerak

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Bencana kekeringan parah akibat cuaca ekstrem El Niño mulai mencekik sektor pertanian Indonesia. Ribuan hektare lahan dilaporkan hancur dan gagal panen (puso). Kondisi darurat ini memicu reaksi keras dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, yang mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU), khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), untuk berhenti sekadar bersandar pada prosedur administratif dan segera turun tangan.

“Saya telah mendengar aspirasi masyarakat terdampak. Banyak dari mereka yang mengalami gagal panen. Negara harus hadir memberikan dukungan nyata. Harus ada aksi cepat, tepat, dan terukur dari pemerintah agar masyarakat dapat menyelamatkan lahan mereka,” tegas Ridwan, Selasa (13/10/2026).

Ridwan menyoroti urgensi optimalisasi anggaran Operasional dan Pemeliharaan (OP) di Ditjen SDA. Anggaran jumbo tersebut harus segera dikonversi menjadi solusi instan di lapangan, seperti penyediaan pompa air darurat, subsidi bahan bakar untuk mengairi sawah dari sungai, serta perbaikan infrastruktur air yang terintegrasi.PE

Lebih lanjut, politikus senior Partai Golkar ini mendesak Ditjen SDA untuk segera menggerakkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) di seluruh daerah. Kelambanan dalam merespons krisis ini tidak hanya mengorbankan para petani, tetapi juga menyeret negara ke jurang krisis pangan.

Tuntutan Ridwan bukan tanpa dasar. Komisi V DPR RI mencatat Ditjen SDA mengelola anggaran fantastis sebesar Rp36,3 triliun dari total Rp132 triliun anggaran Kementerian PU pada tahun 2026. Alokasi untuk tahun depan pun telah disetujui sebesar Rp30,6 triliun. Dengan dana sebesar itu, Ridwan menegaskan tidak ada alasan bagi pemerintah untuk gagal memitigasi kekeringan dan melindungi ketahanan pangan nasional dari kehancuran. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version