Connect with us

NASIONAL

DPR Desak Prabowo Buka Daftar Perusahaan Pembakar Hutan

Aktualitas.id -

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman, FOTO: Ist

AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendesak Presiden Prabowo Subianto membuka secara transparan data perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Desakan itu muncul setelah muncul data yang diungkap organisasi lingkungan yang menyebut puluhan perusahaan terafiliasi modal asing terkait dengan kasus karhutla.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai keterbukaan informasi sangat penting agar persoalan karhutla tidak terus menjadi sumber polemik dan tudingan antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Alex menyoroti temuan Walhi dan Greenpeace Indonesia yang menyebut terdapat 52 perusahaan yang terafiliasi dengan modal asal Malaysia dan Singapura dalam kasus karhutla di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan informasi tersebut terus bergulir di ruang publik tanpa adanya klarifikasi resmi maupun langkah penegakan hukum yang jelas.

“Jangan biarkan data ini jadi bola panas di ruang publik tanpa klarifikasi dan tindakan yang jelas dari pemerintah,” tegas Alex, Jumat (16/10/2026).

Desakan tersebut juga berkaitan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut karhutla sebagai bentuk “terorisme ekologi”. Alex menilai pernyataan itu harus dibarengi langkah konkret untuk mengusut dan menindak pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan.

Menurut dia, pemerintah perlu menunjukkan keseriusan melalui tindakan nyata, bukan sekadar penyampaian istilah atau slogan di ruang publik.

“Kita tidak boleh terjebak dengan jargon. Harus ada aksi nyata dan konkret dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujarnya.

Alex juga mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir turut memengaruhi negara tetangga dan kembali memunculkan kritik dari luar negeri.

Ia menyinggung munculnya berbagai sindiran dan meme terkait kabut asap yang beredar di Malaysia. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa persoalan karhutla telah menjadi perhatian regional dan dapat memengaruhi citra Indonesia di mata negara lain.

“Terlebih Negeri Jiran sudah mengolok-olok dengan meme jerebu terkait kasus karhutla kita ini. Mungkin karena sudah kesal dengan kabut asap yang ikut mereka rasakan imbasnya,” katanya.

Pernyataan Alex muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap penanganan karhutla yang telah memicu kabut asap di berbagai wilayah Indonesia. Publik kini menunggu langkah pemerintah untuk mengklarifikasi data yang beredar sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Di tengah memburuknya kualitas udara dan dampak lintas negara yang kembali terjadi, tuntutan transparansi dan tindakan tegas terhadap pelaku karhutla kini menjadi salah satu isu yang paling mendapat perhatian luas dari masyarakat maupun kalangan legislatif. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version