Connect with us

NASIONAL

Komisi IV DPR Soroti Karhutla yang Menewaskan Empat Petugas di Bromo

Aktualitas.id -

Anggota Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman

AKTUALITAS.ID – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia sudah melewati batas krisis dan kini resmi menjelma menjadi mesin pembunuh berdarah dingin. Komisi IV DPR RI membunyikan alarm darurat usai mendapat laporan tewasnya empat orang pahlawan pemadam api yang terjebak ‘neraka’ di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Kamis (15/10/2026).

“Karhutla sudah tak lagi sekadar merusak kesehatan, tapi telah memaksa orang tua kehilangan anaknya, seorang anak kehilangan ayahnya. Bahkan tanaman dan satwa langka ikut musnah. Mau sampai kapan kita seperti ini?” kecam tajam Anggota Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman, Jumat (16/10/2026).

Tragedi mengerikan di Bromo itu merenggut nyawa Sukaris (55), Wisnu Yuda Pratama (25), Sefriel Ardiansyah (19), dan Hendra Rony Wagiyanata alias Cak Panda. Cak Panda yang merupakan Manggala Agni Pemula gugur menyusul tiga rekannya usai menderita luka bakar ekstrem akibat terjebak kepungan api di kawasan Mentigen. Dua korban lainnya, Munawi dan Suraji, kini masih berjuang melewati masa kritis di rumah sakit.

Petaka Karhutla nyatanya tak hanya menelan korban di Bromo. Alex membeberkan data horor secara nasional: sebanyak 324 orang mengalami luka berat dan 23 luka ringan, dengan mayoritas korban berada di Kalimantan Tengah.

Yang paling membuat miris, Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 masyarakat tersiksa akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di 7 provinsi terdampak per 12 Oktober 2026. Mengerikannya, 62.400 kasus di antaranya secara kejam mencekik pernapasan anak-anak usia 0-5 tahun (balita).

Melihat tumpukan mayat dan ratusan ribu rakyat yang sekarat menghirup racun, Alex langsung melayangkan desakan tajam kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menuntut pemerintah tak lagi lelet dan segera membuang ego sektoral.

“Kami mendesak Presiden, jangan tunggu korban terus berjatuhan! Kalau negara ini tak memiliki peralatan yang memadai, tentu akan banyak bangsa luar yang bersedia turut membantu seperti yang dilakukan Jepang beberapa waktu lalu,” pungkas Alex memberi ultimatum keras. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version