NUSANTARA
Empat Orang Ditemukan Tewas Dalam Mobil di KM 284 Tol Pejagan-Pemalang
AKTUALITAS.ID – Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeselo Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sri Harso Pamoro di Tegal mengatakan pihaknya mendapatkan rujukan empat korban pada Kamis siang.
Sebanyak empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota bernomor polisi B 1973 KVA di KM 284+800 Tol Tegal, Jawa Tengah, pada Kamis (11/12/2025).
“Para korban saat ini sedang diproses autopsi yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB. Baru satu jenazah,” kata Sri Harso Pamoro.
Menurutnya, empat jenazah tersebut terdiri atas tiga orang dewasa dan satu anak yaitu berinisial IW (39), warga Kota Bekasi, P (40) warga Kabupaten Pacitan, WY (38) warga Kota Bekasi, dan seorang anak berinsial MTW (8).
Mobil tersebut berhenti di KM 284 ruas Tol Pejagan-Pemalang, Desa Karangjati, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.
Pamapta Polrea Tegal Ipda Galih Adi Pranoto mengatakan seluruh proses penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan humanis.
“Kami mengamankan area, melakukan pengecekan menyeluruh, serta berkoordinasi dengan Unit Inafis untuk identifikasi lanjutan. Semua prosedur dilaksanakan dengan cermat dan sesuai SOP,” katanya.
Adapun penyebab meninggalnya para korban, kata dia, pihak Polres Tegal belum bisa memberikan penjelasan karena para korban masih dalam proses otopsi.
(Ari Wibowo/goeh)
-
RAGAM13/05/2026 13:30 WIBHantavirus Bisa Bikin Gagal Napas Akut
-
FOTO13/05/2026 17:55 WIBFOTO: Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Uang Rampasan Rp10,2 Triliun ke Negara
-
JABODETABEK13/05/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Rabu Ini
-
NASIONAL13/05/2026 06:00 WIBKetua DPR RI Puan Perintahkan Investigasi Pembubaran Nobar Pesta Babi
-
JABODETABEK13/05/2026 07:30 WIBPolda Metro Buka SIM Keliling di 5 Titik Jakarta
-
POLITIK13/05/2026 14:00 WIBDPR Buka Opsi Partai Melebur Demi Lolos Parlemen
-
OASE13/05/2026 05:00 WIBAyat-Ayat Al-Qur’an tentang Pernikahan yang Wajib Diketahui Muslim
-
POLITIK13/05/2026 13:00 WIBRevisi UU Pemilu Diperingatkan Jangan Jadi Alat Konsolidasi Kekuasaan