NUSANTARA
Aktivitas Gempa Gunung Tangkuban Parahu Meningkat
AKTUALITAS.ID – Berkaca pada riwayat aktivitas pertengahan tahun ini, tepatnya periode Juni-Juli 2025, peningkatan gempa LF Gunung Tangkuban Perahu pernah mencapai puncaknya hingga 270 kejadian pada 3 Juni, yang saat itu diikuti oleh fenomena bualan lumpur di Kawah Ratu.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat lonjakan signifikan aktivitas kegempaan Low Frequency (LF) di Gunung Tangkuban Parahu, yang meningkat tiga kali lipat hanya dalam kurun waktu 24 jam pada periode pengamatan 26 Desember 2025.
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan rekaman seismik pada tanggal 26 Desember 2025 mendeteksi 38 kejadian Gempa LF.
Angka ini melonjak tajam dibandingkan dua hari sebelumnya, yakni tanggal 24 dan 25 Desember, yang masing-masing hanya mencatat 10 kejadian per hari.
Peningkatan drastis kegempaan ini menjadi sorotan utama mengingat posisi Gunung Tangkuban Parahu sebagai destinasi wisata unggulan yang padat pengunjung di masa libur akhir tahun.
Meskipun tingkat aktivitas masih ditetapkan pada Level I (Normal), data deformasi tubuh gunungapi menunjukkan anomali yang patut diwaspadai.
“Data pemantauan EDM menunjukkan kecenderungan pola deflasi pada segmen Pilar-UPAS namun terjadi inflasi pada segmen Pilar-LERENG. Ini mengindikasikan adanya fluktuasi tekanan pada kedalaman dangkal di bawah tubuh gunungapi,” ujar Lana, dalam keterangannya di Bandung, Sabtu (27/12/2025).
Kondisi fluktuasi tekanan dangkal ini, menurut Badan Geologi, menyimpan potensi bahaya tersembunyi. Meskipun pemantauan seismik pada nilai dV/V belum menunjukkan pola penurunan signifikan, yang artinya belum ada tekanan masif akibat kenaikan fluida besar ke permukaan, karakteristik erupsi Tangkuban Parahu seringkali bersifat freatik.
Erupsi freatik memiliki karakter khusus yang berbahaya bagi wisatawan yang berada terlalu dekat dengan kawah, di mana ia dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas atau tanda-tanda peringatan dini yang kasat mata.
Secara visual, hingga 27 Desember 2025, aktivitas hembusan asap dari Kawah Ratu teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian 5-80 meter dari dasar kawah. Sementara itu, Kawah Ecoma menghembuskan asap setinggi 5-40 meter.
Atas dasar data terkini tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati area dasar kawah serta tidak berlama-lama di kawasan bibir kawah aktif.
“Jika teramati peningkatan intensitas hembusan asap atau tercium bau gas yang menyengat, masyarakat diminta segera menjauh demi keselamatan,” ucap Lana.
Pemerintah Daerah dan BPBD Kabupaten Bandung Barat serta Subang diminta terus berkoordinasi intensif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu di Desa Cikole guna memantau perkembangan situasi yang dinamis ini.
(Purnomo/goeh)
-
JABODETABEK11/02/2026 19:00 WIBParkir Liar dan PKL di Pancoran Glodok Ditertibkan Petugas
-
FOTO11/02/2026 16:30 WIBFOTO: Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
NUSANTARA11/02/2026 20:00 WIB2 Pilot Pesawat Perintis Meninggal Ditembak di Papua Selatan
-
NUSANTARA11/02/2026 17:30 WIBProgam Hapus Tato Gratis Diminati Ratusan Pemuda
-
RAGAM11/02/2026 15:30 WIBJangan Sembarangan, Ini Daftar 99 Pekerjaan yang Bisa Diisi di KTP dan KK
-
DUNIA11/02/2026 18:30 WIBKhamenei Beri Pengampunan Massal
-
OTOTEK11/02/2026 16:30 WIBFitur Perlindungan Data Pribadi Pengguna di Search Google Diperbarui
-
RIAU11/02/2026 17:00 WIB251 Titik Panas di Provinsi Riau Terdeteksi BMKG

















