PAPUA TENGAH
PT Freeport Tutup Sementara Akses Timika–Tembagapura Usai Penembakan di Mile 50
AKTUALITAS.ID – PT Freeport Indonesia (PTFI) menutup sementara akses jalan utama dari Timika menuju Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, setelah terjadi penyerangan bersenjata yang menyebabkan seorang prajurit TNI gugur di Mile 50 pada Rabu (11/2/2026). Penutupan dilakukan sebagai langkah pengamanan menyusul insiden yang terjadi di jalur vital operasional perusahaan tersebut.
Vice President Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, mengatakan manajemen telah menerima laporan resmi dari aparat keamanan mengenai peristiwa penembakan yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIT di Mile Post 50, yang merupakan akses utama menuju area Tembagapura.
“Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara masih ditutup,” ujar Katri saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Ia menegaskan keselamatan dan keamanan karyawan serta seluruh pihak di wilayah kerja menjadi prioritas utama perusahaan pasca kejadian tersebut. PTFI juga terus menjalin koordinasi dengan aparat keamanan pemerintah untuk memastikan situasi tetap terkendali dan langkah penanganan berjalan sesuai prosedur.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah terkait hal ini,” katanya.
Hingga saat ini, belum ada informasi lanjutan mengenai kapan akses jalan tersebut akan kembali dibuka, sementara aparat keamanan masih melakukan pengamanan dan penanganan di lokasi kejadian.(Ahmad)
-
POLITIK29/08/2026 10:00 WIBHaikal Hasan: Klarifikasi Budi Arie Tak Bisa Diterima
-
RIAU29/08/2026 12:30 WIBPolda Riau Awasi Area Bekas Kebakaran Hutan dan Lahan
-
NASIONAL29/08/2026 09:00 WIBGus Yahya Pede LPJ Tak Akan Ditolak
-
NUSANTARA29/08/2026 20:00 WIBMerapi Bergolak! Awan Panas Melesat hingga 2.000 Meter
-
NASIONAL29/08/2026 16:00 WIBJakarta Ricuh, Polda Metro Belum Pastikan Keterlibatan Ormas
-
NUSANTARA29/08/2026 08:30 WIBAnggota Propam Polda Sulteng Tembak Jukir
-
DUNIA29/08/2026 15:00 WIBSaudi : Tak Ada Damai dengan Israel Tanpa Palestina Merdeka
-
POLITIK29/08/2026 11:00 WIBGolkar: Mengurus Negara Harus 24 Jam Nonstop

















