Connect with us

NUSANTARA

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi Inklusif untuk Disabilitas dan Lansia

Aktualitas.id -

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berdialog dengan peserta saat meninjau pelaksanaan pelatihan vokasi inklusif di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Kota Padang, Kamis (12/2/2026). Hal ini sebagai bagian dari program Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperluas akses pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas dan lansia produktif. AKTUALITAS.ID/Humas Kemnaker

AKTUALITAS.ID – Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang menghadirkan pelatihan vokasi ramah inklusi berupa pelatihan pengelolaan kafe bagi penyandang disabilitas serta pelatihan tata boga bagi lanjut usia produktif.

Program ini ditinjau langsung Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada Kamis (12/2/2026) sebagai bagian dari upaya memastikan pelatihan vokasi dapat diakses seluruh lapisan masyarakat dan berdampak nyata terhadap peluang kerja maupun wirausaha.

Yassierli menegaskan pelatihan vokasi harus menjadi ruang yang terbuka, setara, dan aksesibel bagi semua kalangan, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap peningkatan kompetensi.

“Pelatihan vokasi harus menjadi ruang yang inklusif dan aksesibel. Ini adalah harapan bagi mereka yang selama ini tidak memiliki akses memadai untuk meningkatkan kompetensi, masuk ke pasar kerja, maupun berwirausaha,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Aktualitas.id, Jumat (13/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menaker mengapresiasi kolaborasi BPVP Padang dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan pelatihan bagi lansia sebagai bagian dari konsep belajar sepanjang hayat. Menurutnya, usia bukan penghalang untuk terus meningkatkan keterampilan dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kita harus menjaga kolaborasi ini untuk mewujudkan belajar sepanjang hayat. Lanjut usia pun memiliki hak untuk meningkatkan kompetensi, mendapatkan informasi pasar kerja, dan berwirausaha,” katanya.

Menaker juga meninjau langsung pelatihan pengelolaan kafe bagi peserta tunarungu yang dinilai telah menunjukkan perkembangan signifikan meski pelatihan baru berjalan empat hari dari total sepuluh hari yang direncanakan.

Ia menyebut suasana pelatihan yang ramah dan menghargai peserta menjadi kunci keberhasilan proses belajar.

“Kesan para peserta adalah nyaman dan sangat bermanfaat. Kemajuan mereka sudah terlihat,” ujar Yassierli.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama BPVP Padang dengan Yayasan Rumah Inklusi Padang. Peserta mengikuti berbagai subkejuruan, mulai dari barista, pengelolaan kasir, manajemen kafe, hingga pelayanan pelanggan.

Menurutnya, keterbatasan fisik bukan penghalang dalam peningkatan kompetensi. Dengan kurikulum adaptif dan instruktur suportif, peserta mampu mempraktikkan keterampilan teknis seperti mengoperasikan mesin espresso hingga mengelola transaksi digital secara mandiri.

Program ini dirancang memiliki kesinambungan dari pelatihan hingga penempatan kerja. Lulusan akan ditempatkan di salah satu kafe di Kota Padang sebagai langkah awal membangun model inklusi ketenagakerjaan di sektor food and beverage di Sumatera Barat.

“Tujuannya jelas, kami ingin penyandang disabilitas mandiri secara ekonomi. Pelatihan dan penempatan ini adalah bukti bahwa skill mereka dibutuhkan oleh pasar kerja,” kata Yassierli. (Dede)

TRENDING