Connect with us

NUSANTARA

Pemuda Denpasar Dikeroyok Brutal Usai Pesta Miras

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Kasus pengeroyokan brutal kembali terjadi di Denpasar dan menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Seorang pemuda berinisial APS (19) menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh dua remaja di bawah umur.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Buluh Indah, Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.

Menurut keterangan Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, korban mengalami luka cukup serius akibat pengeroyokan tersebut.

“Korban mengalami luka lebam di kepala, nyeri di leher, dan sempat muntah darah,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Dua pelaku masing-masing berinisial MIA (17) dan KTM (14), yang masih berstatus di bawah umur. Kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Berdasarkan hasil penyelidikan, insiden bermula dari pesta minuman keras di sebuah bar kawasan Jalan Mahendradata. Korban dan pelaku diduga terlibat salah paham setelah saling senggol dan pandang-pandangan, yang kemudian memicu cekcok mulut.

Ketegangan meningkat saat pelaku menantang korban keluar dari lokasi. Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya berujung pada pengeroyokan di lokasi kejadian.

Korban dipukul secara bersama-sama dan bahkan diinjak-injak oleh para pelaku. Aksi tersebut terekam kamera dan menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan warganet.

Saksi yang juga Kepala Dusun Banjar Kerta Sari, Ida Bagus Adi Mahendra Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya mengenali korban dari rekaman CCTV yang beredar.

Menariknya, setelah kejadian, pihak pelaku bersama orang tua mereka sempat mendatangi rumah korban untuk meminta maaf sebelum akhirnya kedua belah pihak diarahkan ke kantor polisi.

Polisi memastikan telah mengamankan pelaku dan saat ini proses hukum terus berjalan. Mengingat pelaku masih di bawah umur, penanganan dilakukan secara khusus sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Kasus ini kembali menyoroti meningkatnya aksi kekerasan yang melibatkan remaja, serta bahaya konsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu konflik di kalangan anak muda. (Kusuma/Mun)

TRENDING