NASIONAL
Borok KPK Dibongkar? Noel Ebenezer Sebut Pengalihan Tahanan Yaqut Cholil Luar Nalar
AKTUALITAS.ID – Pertemuan antara terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi, Immanuel Ebenezer alias Noel, dengan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sorotan publik.
Momen tersebut terjadi setelah Yaqut kembali ditahan di Rutan KPK usai sebelumnya sempat dialihkan ke tahanan rumah, memicu polemik terkait konsistensi penegakan hukum.
Noel mengungkapkan, pertemuan itu berlangsung santai. Keduanya berbincang sebagai sesama mantan aktivis dan bahkan membahas rencana yang disebutnya sebagai sesuatu yang “di luar dugaan”.
“Kami ini sama-sama aktivis, jadi ngobrol baik-baik. Ada rencana besar untuk KPK ke depan,” ujar Noel di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Noel juga menyinggung kebijakan KPK terkait pengalihan status penahanan yang dinilainya janggal. Ia bahkan menyebut mekanisme tersebut seperti “pintu koboi” karena dinilai terlalu mudah keluar-masuk.
“Kita ketawa saja melihat apa yang dilakukan KPK. Seperti pintu koboi, keluar masuk gampang sekali,” katanya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi mengalihkan status penahanan Yaqut menjadi tahanan rumah pada 18 Maret 2026. Keputusan itu diambil setelah adanya permohonan dari pihak keluarga dan telah melalui pertimbangan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, kebijakan tersebut menuai sorotan setelah informasi mengenai keluarnya Yaqut dari rutan mencuat dari sesama pihak keluarga tahanan. Situasi ini memicu pertanyaan publik terkait transparansi dan konsistensi penanganan kasus.
Tak lama berselang, KPK kembali mengevaluasi keputusan tersebut. Pada 23 Maret 2026, lembaga antirasuah itu memutuskan untuk mengembalikan status penahanan Yaqut ke rutan, dan sehari kemudian ia resmi kembali ditahan.
Di sisi lain, Noel melalui kuasa hukumnya juga mengajukan permohonan serupa untuk pengalihan status tahanan. Langkah ini disebut sebagai upaya menguji konsistensi penegakan hukum oleh aparat.
Kasus yang menjerat Yaqut sendiri berkaitan dengan dugaan korupsi kuota haji Indonesia tahun 2023–2024. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 9 Januari 2026.
Polemik pengalihan status tahanan ini menambah daftar panjang sorotan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara korupsi.
Pertemuan Noel dan Yaqut di dalam rutan pun semakin memantik perhatian publik, terlebih dengan pernyataan adanya “rencana besar” yang hingga kini belum dijelaskan secara rinci (Bowo/Mun)
-
JABODETABEK03/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Senin 3 Agustus 2026 Resmi Dibuka
-
POLITIK03/08/2026 06:00 WIBJokowi: Target PSI Jauh Lebih Besar dari Kursi DPR
-
POLITIK03/08/2026 13:00 WIBBahlil Tegaskan Golkar Tak Akan Jadi Oposisi
-
RAGAM03/08/2026 08:30 WIBBMKG Peringatkan Ancaman DBD Meningkat saat Curah Hujan Tinggi
-
JABODETABEK03/08/2026 05:30 WIBBMKG: Sore hingga Malam Jakarta Diguyur Hujan Ringan
-
NUSANTARA03/08/2026 07:30 WIBSuami di Padang Diduga Paksa Istri Layani Pria Lain
-
JABODETABEK03/08/2026 08:15 WIBBlackout Massal Hantam Jaksel, Jakbar hingga Tangerang
-
NASIONAL03/08/2026 20:00 WIBBawaslu Beberkan Ancaman Baru Pemilu 2029

















