Connect with us

NUSANTARA

Seorang Lansia Tewas Tertimpa Reruntuhan Usai Gempa Bitung

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, dan sekitarnya pada Kamis (2/4/2026), memicu kepanikan warga serta menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Berdasarkan data sementara, satu orang lansia dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang.

Wakapolda Sulawesi Utara, Brigjen Pol Awi Setiyono, mengonfirmasi jumlah korban sementara mencapai tiga orang. “Hingga saat ini jumlah korban 3 orang, satu meninggal dunia dan dua luka-luka,” ujarnya.

Korban meninggal diketahui berinisial DL (70), warga Manado, yang tertimpa bangunan saat gempa terjadi. Tim penyelamat telah mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Guncangan kuat yang berlangsung sekitar 15 hingga 20 detik membuat warga berhamburan keluar rumah. Kepanikan terjadi di berbagai titik, terutama di wilayah terdampak paling parah.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bitung menyebutkan, sedikitnya empat kecamatan terdampak, yakni Maesa, Matuari, Madidir, dan Lembeh Utara.

Tak hanya rumah warga, sejumlah bangunan penting juga mengalami kerusakan. Dinding lantai empat Kantor Wali Kota Bitung dilaporkan runtuh, sementara Kantor BPBD Bitung juga mengalami kerusakan serius.

Kerusakan juga menjalar ke permukiman warga. Sejumlah rumah di Kelurahan Bitung Barat Dua dilaporkan mengalami kerusakan setelah dinding bangunan roboh. Beberapa tempat ibadah pun ikut terdampak.

Yang lebih mengejutkan, fenomena air laut surut sempat terjadi sesaat setelah gempa. Warga di kawasan Pantai Girian Bawah melaporkan air laut surut hingga 7–10 meter dari bibir pantai, sementara di Pantai Candi surut sekitar 5 meter.

Selain itu, kerusakan juga dilaporkan terjadi di Gedung KONI Sario, Manado, khususnya di bagian sisi barat bangunan.

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pendataan korban dan kerusakan. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(Kusuma/Mun)

TRENDING