NUSANTARA
Ngeri! Nama Caleg PAN Terseret Aksi Premanisme Pukuli Mahasiswa
AKTUALITAS.ID – Wajah demokrasi di Kalimantan Barat tercoreng aksi premanisme brutal. Aksi demonstrasi gabungan mahasiswa di Kantor Gubernur Kalbar dan Bundaran Digulis, Pontianak pada Selasa (20/10/2026), berubah menjadi medan pengeroyokan setelah sekelompok orang tak dikenal berpakaian preman tiba-tiba merangsek dan menghajar para peserta aksi.
Insiden berdarah ini bermula ketika massa mahasiswa yang tertahan barikade Satpol PP di pagar Kantor Gubernur terlibat aksi saling dorong karena dilarang membawa ban bekas. Situasi memanas saat mahasiswa berhasil menerobos dan membakar ban. Di tengah kepulan asap dan upaya pemadaman paksa itulah, kelompok misterius muncul dan langsung memukuli mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi.
Sorotan tajam publik kini mengarah pada dugaan pengerahan preman bayaran oleh oknum politisi. Nama Hendra Kurniawan, kader sekaligus Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Pontianak Daerah Pemilihan (Dapil) 2 dari Partai PAN, santer dikaitkan sebagai sosok di balik kelompok yang dikerahkan untuk membungkam massa aksi tersebut.
“Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi dan keadilan yang selama ini tidak didapatkan oleh rakyat. Akan tetapi, pada hari ini kawan-kawan mahasiswa harus dipukul mundur,” ungkap Perwakilan mahasiswa dari IAIN Pontianak, Muhammad Hafi.
Hafi menegaskan para mahasiswa sama sekali tidak memberikan perlawanan saat dihujani pukulan. Akibat kebrutalan kelompok tak berseragam ini, seorang mahasiswa mengalami cedera tangan dan sesak napas akibat dikeroyok. Kehadiran preman ini juga memicu trauma dan ketakutan, khususnya bagi peserta aksi perempuan.
Bagi para mahasiswa, kebebasan berpendapat adalah hak mutlak rakyat, bukan arena adu otot bagi kelompok bayaran yang dijadikan tameng kekuasaan. Meski harus babak belur, nyali perlawanan mahasiswa tidak surut. Hafi mengancam insiden ini akan memicu gelombang protes yang jauh lebih besar.
“Kami tidak akan berhenti. Aksi yang hari ini belum tersampaikan akan kami lanjutkan kembali dengan massa yang lebih ramai,” tegas Hafi.
Kini, bola panas berada di tangan aparat penegak hukum. Publik mendesak kepolisian segera menyeret para pelaku pengeroyokan dan membongkar tuntas dugaan keterlibatan politisi di balik aksi premanisme di Bundaran Digulis dan Kantor Gubernur Kalbar. (Kusuma/Mun)
-
JABODETABEK22/10/2026 05:30 WIBBMKG Ingatkan Hujan di Hampir Seluruh Jakarta
-
NUSANTARA21/10/2026 23:00 WIBAwas, Gelombang Laut 4 Meter Mengintai hingga 23 Oktober
-
EKBIS22/10/2026 09:30 WIBIHSG 5.247 Anjlok
-
JABODETABEK22/10/2026 06:30 WIBPolda Metro Jaya Buka SIM Keliling di 5 Wilayah
-
DUNIA22/10/2026 08:00 WIBNATO Siaga Penuh Hadapi Ancaman Sabotase Rusia
-
EKBIS22/10/2026 10:30 WIBRupiah Tak Mampu Melawan Dominasi Dolar
-
NUSANTARA22/10/2026 08:30 WIBSumut Kembali Dikepung Kabut Asap Kiriman
-
POLITIK22/10/2026 06:00 WIBPDIP Tantang Jokowi Soal Polemik Ijazah

















