NUSANTARA
BMKG Prediksi Gelombang 2,5–4 Meter di Bengkulu hingga Maluku
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 2 hingga 5 November 2026. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 4 meter, memicu kewaspadaan tinggi bagi nelayan, operator kapal, hingga masyarakat pesisir.
Peringatan ini muncul seiring menguatnya aktivitas angin di berbagai kawasan laut Indonesia. BMKG mencatat pola angin di wilayah utara Indonesia bergerak dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 4-10 knot. Sementara itu, wilayah selatan dipengaruhi angin dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan yang jauh lebih kuat, mencapai 8-24 knot.
Kecepatan angin tertinggi terdeteksi di perairan Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung serta Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Barat, yang berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang secara signifikan.
BMKG memperkirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Samudra Hindia barat Aceh, barat Kepulauan Nias, barat Kepulauan Mentawai, selatan Jawa Barat, selatan Jawa Tengah, selatan DI Yogyakarta, hingga selatan Bali.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan NTB dan NTT, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat dan tengah, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Bali, hingga Samudra Pasifik utara Papua dan Papua Barat.
Namun ancaman terbesar berada di wilayah yang diperkirakan mengalami gelombang 2,5 hingga 4 meter. Kawasan tersebut meliputi Samudra Hindia Barat Bengkulu, Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik Utara Maluku.
Kondisi laut yang bergelora itu berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, mulai dari kapal nelayan berukuran kecil, kapal tongkang, hingga kapal feri yang rutin melintasi jalur-jalur perairan terdampak.
BMKG mengingatkan seluruh pengguna jasa transportasi laut agar tidak mengabaikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi gelombang. Masyarakat pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan oleh ombak tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Dengan gelombang yang diperkirakan mencapai 4 meter, para pelaut dan nelayan diimbau mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum beraktivitas di laut. Kewaspadaan dinilai menjadi kunci untuk menghindari risiko kecelakaan di tengah kondisi cuaca laut yang tidak bersahabat. (Irawan/Mun)
-
JABODETABEK02/11/2026 07:30 WIBAKSI Satu Juta Tanda Tangan untuk Ancol Gratis Menggema di CFD
-
DUNIA02/11/2026 08:00 WIBTrump Terpojok! Demokrat Diramal Sapu Bersih Pemilu Sela AS
-
NASIONAL02/11/2026 10:00 WIBKomnas HAM Minta Propam Usut Penggerebekan Ponpes Sukoharjo
-
JABODETABEK02/11/2026 07:30 WIBKhusus Senin! Perpanjang SIM Lebih Praktis di Lokasi Ini
-
POLITIK02/11/2026 11:00 WIBPSI Belum Ambil Langkah soal Suket Gibran yang Dibatalkan MA
-
NASIONAL02/11/2026 07:00 WIBWamen HAM Mugiyanto Tegaskan HAM Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045
-
POLITIK02/11/2026 09:00 WIBJansen: Pilihannya Gibran Mundur atau Dimundurkan
-
EKBIS02/11/2026 09:30 WIBIHSG Ambruk 1,46%