OASE
Pelajaran Surah An-Nazi’at: Kesombongan Firaun Berujung Azab
AKTUALITAS.ID – Surah An-Nazi’at merupakan salah satu surah Makkiyah yang secara tegas menegaskan kepastian Hari Kebangkitan dan Pengadilan. Surah ini turun di Kota Makkah untuk membantah kaum musyrik yang meragukan kebangkitan setelah kematian.
Surah Makkiyah yang Menegaskan Hari Kiamat
Surah An-Nazi’at disepakati sebagai surah yang diturunkan di Makkah. Dalam kronologi wahyu, surah ini termasuk wahyu ke-81, turun setelah Surah An-Naba dan sebelum Surah Al-Infithar.
Mayoritas ulama menyebut jumlah ayatnya 45 ayat, sementara riwayat qira’at Kufah menghitungnya 46 ayat.
Nama “An-Nazi’at” diambil dari ayat pertama yang berisi sumpah Allah. Surah ini juga dikenal dengan beberapa nama lain seperti “Al-Mudabbirat”, “As-Sahirah”, dan “At-Tammah”, yang merujuk pada tema besar tentang kedahsyatan Hari Kiamat.
Konteks Turunnya: Bantahan atas Pengingkaran Kebangkitan
Pada masa itu, kaum musyrik Makkah mengejek dan meragukan kebangkitan jasad manusia setelah hancur menjadi tanah. Mereka menganggap mustahil manusia bisa hidup kembali.
Melalui Surah An-Nazi’at, Allah menegaskan bahwa kebangkitan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Sebagai bukti kekuasaan-Nya, Allah mengingatkan kisah Firaun, penguasa sombong yang mengaku sebagai tuhan.
Kisah Firaun: Peringatan bagi Kaum yang Sombong
Dalam surah ini, Allah menghadirkan kisah Firaun sebagai pelajaran sejarah. Firaun yang menolak dakwah Nabi Musa dan mengklaim diri sebagai penguasa tertinggi akhirnya dihancurkan.
Kisah ini menjadi peringatan keras bahwa kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran akan berujung pada kehancuran dan azab yang pedih.
Bukti Kekuasaan Allah: Penciptaan Langit dan Bumi
Surah An-Nazi’at juga mengajak manusia merenungkan penciptaan langit dan bumi. Allah menegaskan bahwa menciptakan alam semesta jauh lebih besar dan dahsyat dibandingkan membangkitkan kembali manusia.
Argumentasi ini menjadi dalil logis bahwa kebangkitan bukanlah hal yang mustahil bagi Sang Pencipta.
Gambaran Hari Pengadilan
Ayat-ayat selanjutnya menggambarkan suasana Hari Kiamat yang dahsyat. Manusia akan menyadari bahwa kehidupan dunia terasa sangat singkat. Pada hari itu, setiap orang akan menerima balasan sesuai amalnya.
Golongan yang taat dan takut kepada Allah akan mendapatkan tempat yang baik, sedangkan mereka yang melampaui batas akan menerima konsekuensi dari perbuatannya.
Tugas Rasul: Memberi Peringatan
Di akhir surah, ditegaskan bahwa tugas Nabi Muhammad ﷺ hanyalah menyampaikan peringatan. Waktu terjadinya Kiamat sepenuhnya berada dalam pengetahuan Allah.
Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa manusia hendaknya mempersiapkan diri dengan memperbaiki amal dan meningkatkan ketakwaan.
Kesimpulan
Surah An-Nazi’at menegaskan tiga pokok utama: kepastian Hari Kebangkitan, bukti kekuasaan Allah melalui sejarah dan penciptaan alam, serta pentingnya ketaatan sebagai jalan keselamatan.
Surah ini menjadi pengingat kuat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sementara kehidupan akhirat adalah tujuan akhir setiap manusia. (Mun)
-
DUNIA01/03/2026 10:32 WIBBreaking News: Khamenei Gugur Usai Serangan Gabungan AS dan Israel ke Teheran
-
DUNIA01/03/2026 13:45 WIBTimur Tengah Membara: Rudal Iran Hantam 27 Pangkalan Militer Amerika Serikat
-
PAPUA TENGAH01/03/2026 20:00 WIBPatroli Humanis Satgas ODC-2026
-
DUNIA01/03/2026 12:00 WIBDewan Tiga Orang Kendalikan Iran Usai Khamenei Gugur
-
OLAHRAGA01/03/2026 16:00 WIBMoto3 GP Thailand, Veda Ega Pratama Finis Diurutan Kelima
-
EKBIS01/03/2026 11:30 WIBEmas Antam Masih Bertahan di Rp3,085 Juta
-
RAGAM01/03/2026 14:30 WIBMenaker: THR Ojol Akan Diputuskan Awal Pekan
-
PAPUA TENGAH01/03/2026 19:58 WIBAmankan Keributan di Timika Indah, Tiga Polisi Terkena Panah

















