Connect with us

PAPUA TENGAH

Perkuat Sinergi, Pemkab Mimika dan Keuskupan Timika Susun Peta Jalan Pendidikan Papua Tengah

Aktualitas.id -

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong (tengah) dan Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru (kanan) dalam penutupan Lokakarya Pendidikan Dasar dan Menengah di Aula Bobaigo, Timika, Kamis (16/4/2026). (Aktualitas.id/Ahmad).

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Kabupaten Mimika, Keuskupan Timika, dan sektor swasta menyepakati komitmen strategis untuk merombak sistem pendidikan di Papua Tengah.

Kesepakatan ini menjadi hasil utama dari Lokakarya Pendidikan Dasar dan Menengah yang resmi ditutup di Aula Bobaigo, Timika, Kamis 16 April 2026 malam.

Pertemuan selama tiga hari tersebut menghasilkan serangkaian rekomendasi mendesak untuk mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Fokus utama diarahkan pada penguatan karakter siswa dan integrasi sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap tantangan teknologi.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa lokakarya ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang evaluasi kritis terhadap kondisi pendidikan saat ini.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur melalui statistik kelulusan. “Ini adalah ruang perjumpaan gagasan dan pergumulan bersama. Tempat di mana kita bersama-sama memikirkan masa depan pendidikan Katolik di Papua,” ujar Emanuel.

Menurutnya, di tengah derasnya arus teknologi, sistem pendidikan harus tetap mengedepankan sisi humanis. “Kita harus menyadari bahwa pendidikan bukan soal transfer ilmu semata, tapi sebuah proses memanusiakan manusia. Tugas kita adalah membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai luhur bagi generasi penerus,” tegasnya.

Senada dengan pemerintah, Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menyatakan bahwa identifikasi masalah telah usai dan kini saatnya memasuki fase eksekusi. Ia menuntut agar setiap butir rekomendasi yang telah disepakati segera diimplementasikan secara nyata.

“Kita telah menerima banyak masukan dan sharing ide yang sangat kaya selama tiga hari ini. Tantangan pendidikan sudah kita identifikasi. Kini saatnya kita bersinergi agar semangat ini menghasilkan buah bagi kemajuan pendidikan,” kata Uskup Bernardus.

Ia juga mengapresiasi dukungan kolektif dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta. “Harapan saya, pertemuan ini melahirkan langkah konkret. Kita ingin anak-anak Papua mendapatkan pendidikan yang lebih baik melalui sinergi nyata semua pihak,” tambahnya.

Keberlanjutan peta jalan pendidikan ini turut didukung oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Senior Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, menyoroti empat pilar utama yang menjadi prioritas:

Perbaikan tata kelola pendidikan.

Penyusunan peta jalan (roadmap) jangka panjang.

Kepastian mekanisme pendanaan.

Penguatan kualitas tenaga kependidikan.

    “Kami harap adanya lokakarya ini ke depan akan lebih baik lagi, lebih khusus untuk pendidikan,” ujar Nathan.

    Meskipun nilai investasi dukungan di masa depan belum dirinci secara spesifik, Nathan memastikan bahwa kemitraan tripartit antara perusahaan, gereja, dan pemerintah daerah akan terus berlanjut.

    “Kami juga selama ini sudah kerja sama dengan Keuskupan, dan ke depan juga tetap kami mendukung, terutama bersama pemerintah daerah dan Keuskupan Timika,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa seluruh masukan dari lokakarya ini akan dikelola oleh Keuskupan menjadi program kerja yang berkelanjutan.
    “Kalau untuk ke depan dukungan dalam bentuk apa, itu belum bisa dipastikan hari ini. Tapi yang jelas, kami akan terus bekerja sama dengan Keuskupan,” tegas Nathan.

    Lokakarya ini melibatkan ratusan pendidik yang berpartisipasi secara luring maupun daring. Penutupan agenda ini membawa pesan sentral: pembangunan sumber daya manusia di Papua memerlukan kolaborasi yang adaptif dan akuntabel.

    Dengan sinergi ini, diharapkan pendidikan inklusif di Papua Tengah tidak lagi hanya menjadi konsep di atas kertas, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan oleh generasi muda Papua.

    (Ahmad)

    TRENDING

    Exit mobile version