Connect with us

NASIONAL

Konten Porno Tayang di JAKTV, Pengamat Minta KPI dan Komdigi Investigasi

Aktualitas.id -

Ilustrasi

AKTUALITAS.ID – Pengamat Teknologi Informasi Heru Sutadi mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) segera mengusut insiden tayangan visual tidak pantas yang sempat muncul di stasiun televisi lokal JAKTV pada Senin (01/6/2026) pagi. Heru menilai investigasi teknis perlu dilakukan untuk memastikan penyebab insiden serta mencegah spekulasi di ruang publik.

Menurut Heru, penyelidikan menyeluruh dibutuhkan untuk mengungkap apakah gangguan siaran tersebut dipicu dugaan peretasan, kesalahan konfigurasi sistem internal, atau kelalaian operasional saat proses penyiaran berlangsung.

“KPI, Komdigi, dan aparat penegak hukum perlu berkoordinasi untuk memastikan penyebab insiden terungkap secara jelas. Transparansi hasil investigasi sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” kata Heru kepada media, Senin (01/6/2026).

Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI itu menilai penyimpulan tanpa pemeriksaan teknis yang memadai hanya akan memperkeruh situasi dan memunculkan kebingungan di tengah masyarakat.

Heru juga mengingatkan, apabila investigasi menemukan unsur sabotase atau gangguan keamanan digital dari pihak luar, insiden tersebut menjadi alarm serius bagi ketahanan siber industri media dan sistem penyiaran nasional.

Menurut dia, ancaman serangan siber kini tidak hanya menyasar sektor keuangan maupun layanan digital, tetapi juga berpotensi menyerang infrastruktur penyiaran yang bersentuhan langsung dengan publik.

Menanggapi insiden tersebut, manajemen JAKTV menyatakan telah menghentikan siaran bermasalah segera setelah gangguan teridentifikasi pada Senin pagi. Pihak stasiun televisi juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemirsa, terutama keluarga dan orang tua.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, kami menegaskan materi tersebut bukan merupakan bagian dari program, materi editorial, maupun tayangan resmi JAKTV,” tulis manajemen JAKTV dalam pernyataan resminya.

JAKTV menyebut investigasi internal dan teknis tengah berlangsung untuk menelusuri kemungkinan gangguan keamanan sistem siaran. Manajemen juga mengaku berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses penanganan berjalan tepat dan terukur.

Heru meminta insiden tersebut dijadikan momentum pembenahan keamanan digital di industri penyiaran, termasuk audit sistem berkala dan penguatan mekanisme penghentian siaran darurat untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Insiden terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat siaran pagi JAKTV mendadak terganggu dan sempat menampilkan visual yang mengarah pada konten dewasa. Tayangan tersebut segera dihentikan setelah teridentifikasi pihak internal. (Yan)

TRENDING

Exit mobile version