POLITIK
Wanda Hamidah Mundur dari Golkar, Kecewa dengan Sikap Partai
AKTUALITAS.ID – Wanda Hamidah, seorang politikus yang dikenal aktif di Partai Golkar, mengumumkan pengunduran dirinya dari partai tersebut pada Rabu (21/8/2024). Dalam pernyataannya, Wanda mengungkapkan kekecewaannya terhadap berbagai isu politik dan sikap Golkar selama dua tahun terakhir.
Wanda menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah serangkaian peristiwa politik yang dinilainya bertentangan dengan prinsip dan nuraninya. Ia menyoroti beberapa undang-undang kontroversial seperti Undang-Undang KPK dan Undang-Undang Cipta Kerja yang, menurutnya, tidak berpihak pada rakyat dan pemerintahan yang bersih.
Proses pemilihan presiden 2024 dan kontestasi pilkada juga menjadi sorotan Wanda, yang merasa partai-partai politik mudah dikooptasi oleh kepentingan elit tertentu, mengabaikan kepentingan rakyat. Ia mengkritik situasi politik yang dianggapnya tidak sehat dan jauh dari semangat reformasi 1998 yang diperjuangkannya.
Dalam unggahannya di media sosial, Wanda menegaskan, “Saya keluar dari Golkar. Saya tidak ingin berada di sisi yang salah dalam sejarah. Saya terlalu mencintai negara ini. Indonesia tidak untuk dijual. Panjang umur perlawanan.”
Wanda juga menyatakan bahwa ia kemungkinan besar tidak akan bergabung dengan partai politik lain dalam waktu dekat. Keputusan ini, menurutnya, adalah langkah yang tepat untuk berpihak pada kebenaran dan mencatatkan peristiwa ini dalam sejarah.
Pengunduran diri Wanda Hamidah menambah deretan pergeseran dalam dunia politik Indonesia, yang terus diwarnai oleh dinamika dan ketidakpuasan terhadap praktik-praktik politik saat ini. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
POLITIK06/10/2026 10:30 WIBMalam Ini MK Putus Nasib Gugatan Gibran
-
RAGAM06/10/2026 13:30 WIBOktober Jadi Momen Pencairan BSU, Siapa yang Kebagian?
-
EKBIS06/10/2026 11:30 WIBBBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Sampai Akhir 2026
-
NASIONAL07/10/2026 09:00 WIBSarifah Desak Batas Tegas Pengawasan Siber Negara
-
POLITIK06/10/2026 13:00 WIBRUU Pemilu Memanas, PKB Dorong Opsi Threshold 5-6 Persen
-
POLITIK07/10/2026 07:00 WIBPDIP Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen
-
NASIONAL06/10/2026 11:00 WIBPakar Unair Tolak Pembuktian Terbalik di RUU Perampasan Aset
-
NASIONAL06/10/2026 14:00 WIBOmbudsman Bongkar Dugaan Penyiksaan Sadis di Balik Jeruji Cibinong