POLITIK
Saiq Iqbal: Jangan Bidik Agenda Tersembunyi Menurunkan Kapolri
AKTUALITAS.ID – Di tengah pusaran isu pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pasca-demo anarkis akhir Agustus 2025, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, angkat bicara. Dengan tegas, ia menolak agenda penurunan Kapolri, namun justru menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mereformasi institusi Polri secara menyeluruh.
“Kita mendukung reformasi kepolisian, perbaikan lembaga. Tetapi jangan bidik agenda tersembunyi menurunkan Kapolri, kami menolak,” kata Iqbal di Semarang, menegaskan posisi partainya.
Menurut Said Iqbal, reformasi yang dibutuhkan Polri harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada pergantian pucuk pimpinan. Ia berharap, ke depan, Polri dapat bertransformasi menjadi komponen alat keamanan dan ketertiban yang lebih berwibawa dan dipercaya masyarakat.
Iqbal juga menyoroti loyalitas Kapolri saat ini. “Setahu saya, Kapolri setia kepada Presiden Prabowo Subianto. Sudah jelas kemarin mengatasi keadaan di Indonesia saat kerusuhan bersama TNI. Jadi, silakan sampaikan aspirasi, tetapi jangan buat perpecahan,” ungkapnya, mengimbau semua pihak untuk menjaga kondusivitas.
Mengenai aksi demonstrasi anarkis yang terjadi beberapa waktu lalu, Partai Buruh juga menyatakan penolakannya. Iqbal menilai tindakan perusakan, pembakaran, dan kekerasan yang dilakukan para demonstran sudah sangat kelewatan. Ia mengingatkan masyarakat bahwa penyampaian pendapat di muka umum harus mematuhi undang-undang dan dilakukan secara damai.
“Kita menolak anarkisme dan kekerasan dalam menyampaikan pendapat. Boleh demo, tapi harus konstitusional, damai, anti kekerasan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang dikabarkan akan segera membentuk komisi khusus untuk mengevaluasi dan mereformasi Polri. Langkah ini merupakan respons terhadap tuntutan reformasi kepolisian yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang di dalamnya terdapat sejumlah tokoh bangsa dan lintas agama. Dengan demikian, tuntutan reformasi menjadi agenda yang lebih luas, melampaui isu pergantian individual di tubuh Polri. (Ari Wibowo/Mun)
-
FOTO02/04/2026 07:50 WIBFOTO: Suasana Gedung DPR saat Efisiensi Energi
-
NUSANTARA02/04/2026 17:00 WIBReaksi Cepat Prajurit TNI Tangani Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
-
NASIONAL02/04/2026 06:00 WIBEks Menhub BKS Bantah Peras Kontraktor Rp5,5 Miliar Demi Kampanye
-
NASIONAL02/04/2026 11:00 WIBSahroni Sebut Kasus Air Keras ke Puspom TNI Sudah Benar
-
PAPUA TENGAH02/04/2026 11:15 WIBKurang dari 12 Jam, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pencurian di Hotel 66
-
NASIONAL02/04/2026 10:00 WIBEddy Soeparno Puji Langkah Berani Presiden Prabowo Selamatkan Harga BBM
-
NUSANTARA02/04/2026 12:30 WIBRugi Miliaran!11 Sumur Minyak Ilegal Muba Meledak Berkeping-keping
-
EKBIS02/04/2026 10:30 WIBPidato Perang Donald Trump Bikin IHSG Hari Ini Runtuh ke Level 7.092

















