Connect with us

POLITIK

Prabowo Subianto Bantah Tuduhan Ingin Jadi Pemimpin Diktator

Aktualitas.id -

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membantah narasi yang menuduh dirinya ingin menjadi pemimpin diktator. Dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025), Prabowo menegaskan bahwa sejak muda ia telah mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Saya memang bukan orang pintar, saya tidak punya gelar profesor. Tapi saya bisa lihat yang benar dan tidak benar, yang masuk akal dan tidak masuk akal. Saya bisa rasakan keadilan dan tidak adanya keadilan. Karena itu saya berjuang terus. Saya dituduh mau jadi diktator, mau berkuasa, mau kudeta,” ujar Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa pengabdian kepada negara sudah ia lakukan sejak menjadi prajurit TNI. Kini, saat menjabat sebagai Presiden RI, ia meminta seluruh jajaran pemerintah bekerja sepenuh hati demi rakyat Indonesia dengan menaruh kepentingan bangsa di atas segalanya.

Ia juga menanggapi kritik dan ejekan terhadap pemerintah yang masih muncul di ruang publik. Menurutnya, sebagian pihak hanya bisa nyinyir di media sosial tanpa kontribusi nyata. “Malah selalu ngenyek. Ini aneh ya, aneh ini. Kesehatan jiwa mereka itu agak aneh. Saya sendiri bingung tapi biarlah, enggak ada urusan. Saya kira sedikit mereka itu. Mereka pintar hanya di sosmed, enggak jelas juga itu, jangan-jangan mereka dibayar,” kata Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo menyampaikan rasa bangga kepada jajaran pemerintah yang dinilai telah bekerja optimal. Ia mencontohkan pencapaian swasembada pangan yang ditargetkan rampung dalam empat tahun, namun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun.

“Dan saya percaya habis ini kita tidak akan bisa diberhentikan,” tegasnya.

Pernyataan Prabowo ini menjadi penegasan bahwa tudingan diktator tidak sesuai dengan rekam jejak pengabdiannya, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintahannya untuk terus bekerja demi kepentingan rakyat Indonesia. (Bowo/Mun)

TRENDING