Connect with us

POLITIK

PDIP Tegaskan Ambang Batas Parlemen Tetap Diperlukan demi Penguatan Sistem Presidensial

Aktualitas.id -

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan bahwa ambang batas parlemen (parliamentary threshold) masih diperlukan dalam sistem demokrasi Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk konsolidasi demokrasi dan penguatan sistem presidensial.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya saat ini tengah melakukan kajian mendalam guna menentukan besaran ambang batas parlemen yang paling ideal.

“Parliamentary threshold tetap diperlukan dalam rangka konsolidasi demokrasi dan meningkatkan penguatan sistem presidensial tersebut. Hanya berapa besarannya, PDI Perjuangan masih melakukan kajian,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).

Selain menyinggung isu sistem kepemiluan, Hasto juga membedah berbagai persoalan kebangsaan dalam pertemuan tersebut. Ia sekaligus menegaskan komitmen ekologi PDIP melalui aksi simbolis penyerahan bibit pohon kepada jurnalis sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan.

Dalam agenda tersebut, Hasto didampingi Sekretaris DPD PDIP Kalimantan Timur Ananda Emira Moeis dan Bendahara DPD PDIP Kaltim Edy Damansyah. Turut hadir pula dua tokoh muda PDIP, Elwin Setia Avietta dan Cintya Amanda Labetta.

Hasto juga merespons pertanyaan media terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan diwarnai isu dugaan keracunan di lapangan. Ia menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap mitra penyedia dan sistem distribusi, mengingat program tersebut menggunakan dana rakyat dalam jumlah besar.

“Pengawasan harus diperketat, terutama pada mitra penyedia dan distribusi makanan, agar program ini benar-benar memberikan manfaat dan tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Di tingkat daerah, Hasto menginstruksikan kader PDIP di lembaga legislatif untuk tetap bersikap kritis dan berani memperjuangkan kebenaran. Ia secara khusus menyoroti pentingnya pengawalan kebijakan pendidikan gratis di Kalimantan Timur agar tepat sasaran.

“Jangan takut memperjuangkan kebenaran. Kader partai harus turun ke bawah dan menempatkan skala prioritas pada pembelaan terhadap rakyat yang tertinggal,” tegas Hasto.

Menutup agenda, Hasto secara simbolis kembali menyerahkan bibit pohon kepada perwakilan jurnalis sebagai bagian dari Gerakan Merawat Pertiwi. Ia menegaskan bahwa setiap kepala daerah dari PDIP memiliki kewajiban untuk membangun kebun raya sebagai upaya pelestarian tanaman endemik di daerah masing-masing.

Hasto juga membagikan filosofi lingkungan yang diajarkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, tentang pentingnya ketelatenan menjaga kehidupan dari hal-hal kecil.

“Dari biji-bijian yang kecil pun kita bisa menciptakan oksigen bagi kehidupan. Bayangkan jika setiap orang mau menanam pohon, bahkan dimulai dari biji sisa makanan, kita bisa menghijaukan kembali Indonesia,” tutur Hasto.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama. “Mari bersama kita lakukan. Menjaga bumi adalah tanggung jawab kolektif demi keberlangsungan sumber kehidupan,” pungkasnya. (Bowo/Mun)

TRENDING