RAGAM
Akses Pengguna Remaja ke Karakter AI Dihentikan Meta di Aplikasinya
AKTUALITAS.ID – Meta sempat memperkenalkan pratinjau fitur kontrol orang tua untuk karakter AI pada Oktober tahun lalu. Fitur tersebut memungkinkan orang tua memantau topik percakapan, memblokir karakter tertentu, hingga menonaktifkan sepenuhnya interaksi remaja dengan karakter AI.
Meta mengumumkan penghentian akses terhadap fitur karakter kecerdasan buatan (AI characters) di seluruh aplikasinya secara global bagi pengguna berusia remaja.
Meta menyatakan bahwa perusahaan tidak menghentikan pengembangan fitur tersebut secara permanen. Meta justru berencana menghadirkan pengalaman AI yang diperbarui dengan perlindungan dan kontrol tambahan bagi orang tua.
Keputusan ini muncul menjelang persidangan terhadap Meta di New Mexico, Amerika Serikat, terkait tuduhan bahwa perusahaan dinilai tidak cukup melindungi anak-anak dari risiko eksploitasi seksual di platformnya, dilansir dari Tech Crunch pada Sabtu (24/1/2026).
Dalam waktu yang hampir bersamaan, laporan Wired menyebut Meta berupaya membatasi proses pengumpulan bukti terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja.
Namun, alih-alih meluncurkan fitur itu secara bertahap, Meta kini memilih untuk menonaktifkan akses karakter AI bagi remaja hingga versi baru siap dirilis.
Meta menyebut keputusan tersebut diambil setelah mendengar masukan dari orang tua yang menginginkan kontrol lebih besar serta transparansi terhadap interaksi anak mereka dengan AI.
Penghentian akses ini berlaku bagi pengguna yang terdaftar sebagai remaja berdasarkan tanggal lahir, termasuk akun yang mengklaim sebagai orang dewasa tetapi terindikasi remaja melalui teknologi prediksi usia Meta.
Dalam pembaruan blog resminya, Meta menyatakan bahwa karakter AI versi terbaru nantinya akan dilengkapi kontrol orang tua secara bawaan. Respons AI juga akan disesuaikan dengan usia pengguna dan dibatasi pada topik-topik seperti pendidikan, olahraga, dan hobi.
Langkah Meta ini sejalan dengan peningkatan pengawasan regulator terhadap perusahaan media sosial. Selain perkara di New Mexico, Meta juga dijadwalkan menghadapi persidangan lain terkait tuduhan bahwa platformnya memicu kecanduan media sosial. CEO Meta, Mark Zuckerberg, disebut akan memberikan kesaksian dalam persidangan tersebut.
Penyesuaian layanan bagi remaja juga dilakukan oleh sejumlah perusahaan AI lainnya. Dalam beberapa bulan terakhir, Character.AI membatasi percakapan terbuka bagi pengguna di bawah 18 tahun, sementara OpenAI memperkenalkan aturan perlindungan baru untuk remaja, termasuk penerapan prediksi usia guna membatasi akses terhadap konten tertentu.
(Purnomo/goeh)
-
PAPUA TENGAH22/09/2026 07:00 WIBPDIP: Usulan Capres 2 Fraksi Masuk Akal
-
NASIONAL22/09/2026 06:00 WIBProyek Jalan Jadi Biang OTT Bupati Bolmut
-
EKBIS22/09/2026 09:30 WIBIHSG Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga BI
-
POLITIK22/09/2026 10:00 WIBPrabowo Buka Peluang Reshuffle, Demokrat: Evaluasi Wajib
-
DUNIA22/09/2026 08:00 WIBDibombardir Ukraina, Partai Putin Menang Telak 57,83%
-
JABODETABEK22/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka di 5 Lokasi Hari Ini
-
POLITIK22/09/2026 03:00 WIBBawaslu Butuh Gagasan Mahasiswa untuk Benahi Hukum Pemilu
-
JABODETABEK22/09/2026 04:30 WIBPasar Mobil Kemayoran Dilalap Api