RAGAM
Ilmuwan Newcastle University Peringatkan Bahaya Permanen Pencairan Es Antartika
AKTUALITAS.ID – Pemanasan global terus mengancam Bumi, terutama di Antartika, yang mengalami pemanasan hampir dua kali lebih cepat dibanding wilayah lain. Dampak ini mengganggu ekosistem, menaikkan permukaan laut, dan mengancam kestabilan pasokan pangan global.
Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Environmental Science menegaskan bahwa nasib Antartika akan sangat bergantung pada keputusan manusia dalam satu dekade ke depan. Tim peneliti yang dipimpin profesor glasiologi dari Bethan Davies dari Newcastle University memodelkan tiga skenario emisi: rendah, menengah-tinggi, dan sangat tinggi.
Dalam skenario emisi rendah, pemanasan global tetap di bawah 1,8°C di atas level pra-industri, menjaga integritas lapisan es dan stabilitas ekosistem. Namun, dunia saat ini bergerak ke skenario menengah-tinggi, dengan proyeksi peningkatan temperatur hingga 3,6°C pada 2100, yang dapat menyebabkan pencairan gletser, cuaca ekstrem, dan terganggunya habitat spesies asli seperti penguin Adélie.
Skenario emisi sangat tinggi, dengan kenaikan suhu 4,4°C, akan menimbulkan kehancuran permanen: runtuhnya lapisan es, hilangnya es laut, dan krisis ekologis yang parah. Davies memperingatkan, jika target emisi gagal dicapai, beberapa kerusakan ini bisa bersifat permanen meski teknologi mitigasi ekstrem diterapkan di masa depan.
“Risikonya adalah, bahkan jika kita mengubur semua karbon di tanah dan menemukan teknologi ajaib, kita telah melewati titik kritis utama di lapisan es Antartika,” jelas Davies.
Peneliti menyaksikan perubahan drastis di lapangan: lapisan es mencair, genangan air meluas, dan badai hujan berlangsung berbulan-bulan. Davies menyebut Semenanjung Antartika sebagai “burung kenari di tambang batu bara” yang menandai perubahan iklim global pertama kali.
Meski begitu, ilmuwan menekankan manusia masih memiliki waktu untuk mencegah skenario terburuk. Tindakan cepat untuk menurunkan emisi karbon dapat menstabilkan wilayah vital ini dan mengurangi dampak global yang lebih luas.
Studi ini menjadi peringatan keras bahwa pilihan manusia dalam dekade berikut akan menentukan masa depan Bumi dan keberlangsungan ekosistem di Antartika. (Kusuma/Mun)
-
FOTO11/04/2026 15:09 WIBFOTO: Ahmad Sahroni Beberkan Kronologi Pemerasan Pegawai KPK Gadungan
-
RIAU11/04/2026 16:30 WIBRatusan Warga Geruduk Sebuah Rumah yang Diduga Jadi Sarang Narkoba
-
JABODETABEK11/04/2026 21:30 WIBPerkuat Persatuan dan Teguhkan Identitas Jakarta di Lebaran Betawi
-
EKBIS11/04/2026 10:00 WIBDPR Nilai Usulan JK Bisa Ganggu Stabilitas APBN
-
POLITIK11/04/2026 11:00 WIBCak Imin: Prabowo Masih Terkuat di 2029
-
NASIONAL11/04/2026 06:00 WIBJumat Malam Kelabu di Jatim! Siapa Saja 16 Orang yang Kena OTT KPK?
-
OTOTEK11/04/2026 11:30 WIBFBI Bisa Intip Chat iPhone Meski Signal Sudah Dihapus
-
NUSANTARA11/04/2026 08:30 WIBPetaka Tambang Batu: 1 Warga Nias Selatan Tewas Tertimbun Longsor

















