OASE
Ilmu Nasab, Menjaga Garis Keturunan dan Keutuhan Umat Islam
AKTUALITAS.ID – Ilmu nasab atau ilmu silsilah merupakan salah satu khasanah ilmu yang hanya dimiliki oleh peradaban Islam. Ilmu ini membahas garis keturunan seseorang sehingga dapat terjalin hubungan persaudaraan dengan jelas dan akurat.
Ilmu nasab memiliki kedudukan penting dalam Islam, sebagaimana ditegaskan dalam hadis Rasulullah ﷺ:
“Pelajarilah olehmu tentang nasab-nasab kamu agar dapat terjalin dengannya tali persaudaraan di antara kamu. Sesungguhnya menjalin tali persaudaraan itu akan membawa kecintaan terhadap keluarga, menambah harta, memanjangkan umur, dan menjadikan Allah ridha.” (HR. At-Tirmidzi)
Dalam Islam, mengetahui nasab tidak hanya bertujuan untuk menjaga hubungan kekeluargaan, tetapi juga memiliki implikasi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti hukum waris, perwalian dalam pernikahan, serta kafaah (kesetaraan) dalam pernikahan.
Ilmu Nasab dan Pemilihan Pemimpin dalam Islam
Ilmu nasab juga berfungsi dalam penentuan pemimpin umat Islam. Dengan memahami asal keturunan seseorang, umat Islam dapat memastikan calon pemimpin berasal dari garis keturunan yang sah dan memiliki legitimasi dalam Islam.
Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang menekankan pentingnya kepemimpinan yang jelas dan memiliki keterikatan dengan ajaran Rasulullah ﷺ. Bahkan, dalam sejarah Islam, pencatatan nasab telah menjadi bagian penting dalam administrasi pemerintahan sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab.
Islam dan Keunikan Ilmu Nasab
Berbeda dengan peradaban lain, Islam menjaga ilmu nasab dengan sangat teliti. Para ulama, sejarawan, dan fuqaha (ahli fiqih) dari generasi ke generasi terus mendokumentasikan silsilah keturunan, terutama yang berkaitan dengan Rasulullah ﷺ dan keluarganya.
Beberapa kitab yang mendokumentasikan ilmu nasab antara lain:
Tabaqat Fuqaha al-Yaman karya Imam Abu Hafs bin Sumrah al-Yamani
Tuhfah al-Zaman Fi Tarikh al-Yaman karya Imam Husein bin Abdurrahman al-Ahdal
al-Athaya al-Saniyah karya Abbas bin Ali al-Rasuli
al-Jauhar al-Syaffaf karya Syeikh Abdurrahman bin Muhammad al-Chatib al-Anshari
al-Jawahir al-Saniyyah Fi Nasab al-Ithrah al-Huseiniyyah karya Sayid Ali bin Abubakar al-Seqqaf
Bahkan, pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, ilmu nasab menjadi begitu penting hingga dibentuk lembaga khusus pencatatan nasab dengan kepala pencatat (naqib) yang bertanggung jawab menjaga keaslian silsilah keturunan.
Nasab Penting, Tapi Amal Lebih Utama
Meskipun ilmu nasab sangat dijaga dalam Islam, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa yang lebih utama adalah amal dan ketakwaan. Dalam sebuah riwayat, beliau bersabda:
“Wahai Bani Hasyim! Janganlah sampai orang-orang lain menghadap padaku pada hari kiamat nanti dengan berbagai amal saleh, sedangkan kalian menghadapku hanya dengan membanggakan nasab.” (Tafsir Bahrul Muhith, Abi Hayyan al-Andalusi)
Dengan demikian, Islam mengajarkan keseimbangan antara menjaga silsilah keturunan dan tetap mengutamakan amal saleh. Nasab bukanlah satu-satunya faktor kemuliaan seseorang di hadapan Allah, melainkan ketakwaan dan perbuatan baik yang menjadi penentu utama.
Ilmu nasab adalah salah satu warisan keilmuan Islam yang unik dan tetap terjaga hingga saat ini. Namun, sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk tidak hanya berbangga pada keturunan, melainkan juga berusaha memperbaiki diri dengan amal saleh dan ketakwaan. (KAISAR/RIHADIN)
-
FOTO18/02/2026 15:49 WIBFOTO: Eastspring Jalin Kemitraan Strategis dengan Bahana Sekuritas
-
OLAHRAGA18/02/2026 18:00 WIBLaga Persib vs Ratchaburi Dijaga 2.285 Personel Polisi
-
FOTO18/02/2026 23:57 WIBFOTO: AHY Hadiri Perayaan Imlek 2026 Partai Demokrat
-
NASIONAL18/02/2026 19:00 WIB58 Persen Dana Desa Dialokasikan Pemerintah untuk Pembangunan KDMP
-
PAPUA TENGAH18/02/2026 16:00 WIBSeorang Pemuda Tewas Usai Dianiaya di Kuala Kencana
-
NUSANTARA18/02/2026 17:47 WIBWanita Penjual Pinang Ditusuk OTK Saat Berjualan
-
RAGAM18/02/2026 17:30 WIBMedia Diminta Tidak Membandingkan Pemeran “Harry Potter”
-
JABODETABEK18/02/2026 17:00 WIBPenumpang Transjakarta Diizinkan Berbuka di Armada

















