RAGAM
Belum Mandi Junub Saat Subuh? Tenang, Puasamu Tetap Sah
AKTUALITAS.ID – Dalam bulan Ramadan, salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah tentang hukum puasa bagi mereka yang belum sempat mandi junub hingga azan subuh. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, memberikan penjelasan yang menenangkan hati.
Menurut Buya Yahya, puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi junub sebelum subuh, selama hubungan suami istri dilakukan pada malam hari. “Puasanya sah dan tidak mengurangi pahala sedikitpun,” jelasnya dalam unggahan di Instagram @buyayahya_albahjah.
Buya Yahya juga mengutip hadits yang meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berada dalam kondisi junub saat subuh dan tetap menjalankan puasa seperti biasa. Namun, ia menegaskan bahwa dosa besar adalah melakukan hubungan suami istri di siang hari saat berpuasa.
Hukum ini juga berlaku bagi wanita yang telah selesai menstruasi tetapi belum sempat mandi wajib sebelum subuh. Mereka tetap dapat berpuasa dan mandi wajib setelah subuh.
Penjelasan ini memberikan kejelasan dan ketenangan bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, mengingat pentingnya memahami aturan agama dengan benar. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menjaga niat dan keikhlasan dalam beribadah. (Mun/Ari Wibowo)
-
NASIONAL18/02/2026 06:00 WIBWaka MPR Sebut Imlek 2577 Bukti Demokrasi dan Toleransi Indonesia
-
OLAHRAGA18/02/2026 18:00 WIBLaga Persib vs Ratchaburi Dijaga 2.285 Personel Polisi
-
NASIONAL18/02/2026 19:00 WIB58 Persen Dana Desa Dialokasikan Pemerintah untuk Pembangunan KDMP
-
FOTO18/02/2026 15:49 WIBFOTO: Eastspring Jalin Kemitraan Strategis dengan Bahana Sekuritas
-
JABODETABEK18/02/2026 05:30 WIBPrakiraan Cuaca Jabodetabek Rabu 18 Februari 2026: Hujan Sedang hingga Ringan
-
POLITIK18/02/2026 10:00 WIBKritik Koalisi Permanen Golkar, Pengamat: Berisiko Tumpulkan Fungsi DPR dan Demokrasi
-
NUSANTARA18/02/2026 17:47 WIBWanita Penjual Pinang Ditusuk OTK Saat Berjualan
-
OASE18/02/2026 05:00 WIBSurah Al-Qari’ah: Dahsyatnya Hari Kiamat dan Timbangan Amal Manusia

















