NASIONAL
Intimidasi Keluarga Ketua BEM UGM, KIKA Desak Polisi Usut Aksi Pembungkaman
AKTUALITAS.ID – Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) mengecam keras aksi teror dan intimidasi yang menimpa Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Intimidasi tersebut dilaporkan tidak hanya menyasar Tiyo secara pribadi, tetapi juga merembet hingga ke pihak keluarganya setelah ia menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Anggota KIKA, Herdiansyah Hamzah atau yang akrab disapa Castro, menilai serangan fisik maupun digital terhadap mahasiswa pengkritik kebijakan publik merupakan ancaman serius terhadap kebebasan akademik dan demokrasi.
“Kritik terhadap kebijakan publik adalah bagian tak terpisahkan dari peran universitas sebagai penjaga nalar kritis bangsa. Teror ke keluarga adalah tindakan kekanak-kanakan dan tidak profesional,” ujar Castro dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026).
Castro menilai pola intimidasi yang menyasar anggota keluarga menunjukkan eskalasi berbahaya. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan chilling effect atau efek gentar yang dapat membungkam daya kritis sivitas akademika.
Ia menegaskan, analisis kebijakan yang dilakukan mahasiswa, termasuk komunikasi kepada lembaga internasional seperti UNICEF, merupakan aktivitas ilmiah yang sah dalam kerangka advokasi dan perubahan sosial.
“Mencampuradukkan urusan personal dengan melakukan teror adalah upaya pembungkaman yang merendahkan peran mahasiswa sebagai intelektual publik,” katanya.
KIKA menekankan bahwa kebebasan akademik dijamin dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Selain itu, hak berekspresi juga dilindungi melalui Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR) yang telah diratifikasi Indonesia.
Prinsip perlindungan tersebut turut ditegaskan dalam Surabaya Principles on Academic Freedom 2017 yang diadopsi Komnas HAM. Dalam prinsip itu, otoritas publik berkewajiban melindungi insan akademis dari pembatasan dan tindakan sewenang-wenang.
Castro mendesak aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan terhadap pelaku teror. Ia juga mendorong pimpinan perguruan tinggi di Indonesia memperkuat mekanisme perlindungan internal bagi mahasiswa dan dosen.
“Kebebasan akademik adalah pilar demokrasi. Teror terhadap pengkritik kebijakan adalah alarm bahaya bagi negara hukum. Negara wajib hadir untuk melindungi, bukan membiarkan rasa takut menguasai ruang akademik,” pungkasnya. (Bowo/Mun)
buatkan judul berita singkat padat terbaik dan buatkan naskah berita terbaik dan ramah seo
Malam Hiburan Organ Tunggal di OKI Berujung Kematian, Satu Korban Tewas
Hiburan organ tunggal di Desa Kayuare, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, berubah tragis. Seorang warga tewas di tempat setelah terkena tembakan saat acara berlangsung.
Peristiwa itu terjadi saat keributan antar penonton organ tunggal, Selasa (17/2/2026) dini hari. Korban RN (32) terkena tembakan di punggung hingga tewas di tempat.
Sementara terduga pelaku, AG (25), turut terkena tusukan di kepala saat rebutan pisau. AG dikabarkan melarikan diri usai kejadian.
“Benar, kajadiannya dini hari tadi. Satu warga meninggal,” ungkap Kapolsek Tulung Selapan AKP Jamal.
Jamal menyebut TKP berada di lapangan voli tak jauh dari balai desa tempat berlangsungnya hiburan organ tunggal. Diduga penembakan dipicu selisih paham hingga terjadi keributan saat menonton hiburan itu.
“Untuk motif pastinya masih lidik, pelaku masih dikejar. Tapi kejadiannya bukan di panggung organ tunggal,” kata Jamal. (Bowo/Mun)
-
POLITIK06/07/2026 07:00 WIBBocor! Isu ‘Lantai Empat’ DPR Diduga Atur Serangan ke PDIP
-
NASIONAL06/07/2026 17:15 WIBAHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK
-
EKBIS05/07/2026 22:00 WIBBulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Papua Selatan untuk Swasembada Pangan
-
POLITIK06/07/2026 10:00 WIBPDIP Sebut PSI Tak Perlu Ditakuti Meski Jokowi Ikut Safari
-
POLITIK06/07/2026 13:00 WIBBRIN Khawatir Persiapan Pemilu 2029 Terganggu Jika RUU Molor
-
POLITIK06/07/2026 09:00 WIBPPP: Jangan Kunci Demokrasi dengan PT 7 Persen
-
JABODETABEK06/07/2026 05:30 WIBBMKG:Tiga Wilayah Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
-
POLITIK06/07/2026 11:00 WIBPKS: Politik Mahal dan Ruang Gelap Jadi Pemicu Korupsi

















