POLITIK
Bocor! Isu ‘Lantai Empat’ DPR Diduga Atur Serangan ke PDIP
AKTUALITAS.ID – Gelombang kritik yang hampir bersamaan dari sejumlah elite partai koalisi terhadap PDI Perjuangan (PDIP) memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik. Situasi tersebut kembali menjadi sorotan setelah dibahas dalam podcast Bocor Halus Tempo bertajuk Operasi Meredam Demonstrasi Mahasiswa yang tayang pada Sabtu (4/7/2026).
Dalam podcast tersebut, para pembawa acara menyampaikan klaim bahwa kritik yang datang dari elite PKB, Demokrat, Golkar hingga PKS diduga tidak sepenuhnya muncul secara spontan. Mereka mengaku memperoleh informasi dari sejumlah narasumber politik bahwa terdapat arahan dari sosok yang disebut berasal dari “lantai empat” DPR.
Istilah “lantai empat” kemudian dikaitkan oleh pembawa acara dengan ruang kerja Wakil Ketua DPR, sehingga nama Sufmi Dasco Ahmad ikut disebut dalam pembahasan. Menurut klaim yang disampaikan narasumber anonim, terdapat dugaan adanya arahan agar partai-partai koalisi secara serempak memberikan tekanan politik kepada PD
Namun demikian, podcast tersebut juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta konfirmasi langsung kepada Dasco. Dalam penjelasan yang disampaikan, Dasco membantah adanya instruksi maupun perintah seperti yang dituduhkan.
Podcast itu juga memuat klaim lain dari narasumber anonim yang menyebut Gerindra disebut sengaja tidak menyerang PDIP secara langsung karena Presiden Prabowo Subianto diklaim ingin menjaga hubungan politik yang baik dengan Megawati Soekarnoputri. Berdasarkan narasi tersebut, kritik kemudian disebut-sebut disalurkan melalui partai-partai koalisi.
Selain itu, pembawa acara menceritakan suasana rapat pimpinan DPR yang dihadiri sejumlah elite lintas partai. Kisah tersebut digunakan untuk menggambarkan bahwa hubungan antarpolitikus tetap berlangsung cair di balik dinamika saling serang yang terlihat di ruang publik.
Podcast juga menyebut beberapa politikus dari partai koalisi maupun PDIP mengaku secara informal bahwa sejumlah pernyataan politik yang mereka keluarkan merupakan bagian dari arahan pimpinan. Akan tetapi, identitas narasumber tidak dibuka sehingga klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Secara jurnalistik, terdapat perbedaan penting antara fakta yang telah terkonfirmasi dengan informasi yang masih berupa pengakuan narasumber. Fakta yang dapat dipastikan dari pembahasan tersebut adalah sejumlah elite partai memang menyampaikan kritik kepada PDIP, pembawa acara mengaku telah menghubungi Dasco untuk meminta konfirmasi, dan Dasco disebut secara tegas membantah adanya instruksi tersebut.
Sementara itu, dugaan adanya komando politik dari “lantai empat”, keterlibatan Dasco sebagai pengarah kritik, maupun anggapan bahwa Gerindra menggunakan partai-partai koalisi sebagai pihak yang menyampaikan serangan politik terhadap PDIP masih berada pada level klaim narasumber anonim dan belum didukung bukti dokumenter atau konfirmasi independen dari berbagai pihak. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL05/07/2026 17:00 WIBPengakuan Raja Juli soal Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Pengembalian Tak Gugurkan Pidana
-
NASIONAL05/07/2026 19:00 WIBKPK: Amplop Untuk Raja Juli Berasal dari SHU Petani Kuansing
-
EKBIS05/07/2026 22:00 WIBBulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Papua Selatan untuk Swasembada Pangan
-
OLAHRAGA05/07/2026 16:00 WIBMeksiko Hadapi Inggris di 16 Besar Piala Dunia 2026, Misi Akhiri Penantian 40 Tahun
-
RAGAM05/07/2026 10:30 WIBNASA: RI Masuk Zona Rawan Kenaikan Air Laut
-
NASIONAL05/07/2026 18:00 WIBRekam Jejak Irjen Wibowo Kakorlantas Polri Baru
-
OTOTEK05/07/2026 18:30 WIBJaguar Obral Mobil Baru Diskon hingga Puluhan Juta Rupiah, Ini Daftar Modelnya
-
NASIONAL05/07/2026 10:00 WIBMenko Cak Imin Semprot Akademisi yang Mendadak Bisu di Birokrasi

















