POLITIK
Gerindra Tolak Budi Arie, Azis: Kami Diajar Prabowo untuk Berpolitik dengan Etika
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menghadapi penolakan serius dari kader dan organisasi sayap Partai Gerindra setelah menyatakan keinginan bergabung dengan partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut. Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Azis Subekti, membenarkan bahwa penolakan terhadap Budi Arie tercermin dari reaksi kader Gerindra di seluruh Indonesia.
“Ya itu tercermin dari penolakan kader-kader Gerindra di seluruh tanah air,” kata Azis saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Azis menjelaskan bahwa di dalam internal Gerindra, seluruh kader diajarkan oleh Prabowo untuk memiliki etika dalam berpolitik, termasuk tidak berkhianat dan memiliki integritas serta kesetiaan.
“Jadi kalau Gerindra itu mengajarkan tentang etika dalam berpolitik. Karena tentang etika, kita tiap saat itu diingatkan oleh Pak Prabowo, dalam berpolitik harus punya etika,” ujarnya. Azis juga menekankan bahwa pimpinan DPP Gerindra selalu mengingatkan kader untuk bersikap jujur, setia, dan tidak berkhianat kepada teman seperjuangan.
“Yang memperingatkan kan pimpinan kita sendiri, diajarkan untuk setia, punya loyalitas, punya integritas, jujur, tidak makan teman, gitu kan,” pungkas Azis. Penolakan terhadap Budi Arie menunjukkan bahwa kader Gerindra sangat serius dalam menjaga integritas dan etika politik di dalam partai. (Bowo/Mun)
-
EKBIS15/10/2026 16:30 WIBPertamina Buka Operasi Besar Atasi Krisis BBM Bali
-
EKBIS15/10/2026 19:00 WIBBahlil Keluarkan Aturan Keras untuk Perusahaan Tambang
-
DUNIA15/10/2026 18:00 WIBRudal Houthi Hantam Perusahaan Minyak Saudi Aramco
-
NUSANTARA15/10/2026 17:30 WIBAsap Tebal Lumpuhkan Aktivitas Warga Palembang
-
POLITIK16/10/2026 06:00 WIBRay Rangkuti: Prabowo Jangan Diam Soal Gibran
-
JABODETABEK15/10/2026 19:30 WIBRapelan Gaji PJLP DKI Dibayar November
-
DUNIA15/10/2026 21:00 WIBKim Jong Un Tunjukkan Rudal Mematikan di Depan Publik
-
NUSANTARA16/10/2026 08:30 WIBBMKG Bunyikan Alarm ‘AWAS’ Kekeringan di 22 Provinsi

















