RAGAM
Sering Terganggu Suara-suara tertentu?, Awas Indikasi Misophonia
AKTUALITAS.ID – Penderita misophonia merespons suara berulang dan berbasis pola dengan iritasi dan kecemasan yang parah.
Misophonia adalah sindrom neurofisiologis di mana suara-suara tertentu, seperti suara mengunyah atau bunyi klik pulpen, memicu respons emosional dan fisiologis yang intens.
Pada individu dengan misophonia, otak salah menafsirkan suara-suara tertentu sebagai suara yang berbahaya atau mengancam serta memicu respons bertahan hidup yang cepat.
Reaksi untuk mempersiapkan tubuh menghadapi atau melarikan diri dari bahaya ini melibatkan respons fisiologis seperti berkeringat, detak jantung yang cepat, dan perubahan hormonal.
Menurut siaran laman resmi Cleveland Clinic, misophonia memengaruhi setiap orang secara berbeda.
Seseorang bisa memiliki satu atau beberapa suara yang menjadi pemicu reaksi. Tingkat keparahan reaksinya juga bervariasi.
Meskipun pemicu misophonia dapat berbeda untuk setiap individu, yang paling umum diamati adalah suara orang mengunyah makanan, bunyi detak jam, suara napas berat, bunyi ketukan, bunyi klik pena, bunyi air menetes, dan suara bibir mengecap.
Pada individu dengan misophonia, suara-suara semacam itu bisa memicu perasaan emosional seperti marah dan murka, respons tubuh seperti detak jantung yang lebih cepat, dan tindakan seperti melotot.
Dokter ahli anestesiologi dan pengobatan nyeri Kunal Sood menyampaikan bahwa penanganan misophonia dapat berupa terapi perilaku kognitif atau terapi suara.
(Ari Wibowo/goeh)
-
EKBIS05/10/2026 07:00 WIBMenhub Bongkar Rencana Aturan Tarif Transportasi
-
NUSANTARA05/10/2026 12:30 WIBBMKG: Gempa M5,9 Sumba Ternyata Dipicu Sesar Aktif
-
JABODETABEK05/10/2026 06:30 WIBCek 5 Titik SIM Keliling Jakarta Senin Ini Sebelum Kena Tilang
-
EKBIS05/10/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat ke 6.055 Pagi Ini
-
DUNIA05/10/2026 12:00 WIBHouthi Klaim Hantam Fasilitas Minyak Riyadh
-
NUSANTARA05/10/2026 07:30 WIBDarurat Beracun! Palangka Raya Tenggelam dalam Kabut Asap Pekat
-
EKBIS05/10/2026 10:30 WIBRupiah Dibuka Melemah di Rp17.900
-
POLITIK05/10/2026 06:00 WIBPKB: Demokrasi Butuh Penyederhanaan Partai
















