DUNIA
Setop Serangan Israel, Lebanon Minta Bantuan Pakistan
AKTUALITAS.ID – Berkat mediasi Pakistan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global akan dibuka kembali, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata tersebut.
Pada hari yang sama, pesawat tempur dan artileri Israel menyerang belasan permukiman di Lebanon selatan, termasuk di kota besar Tyre.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam meminta Pakistan untuk mendukung upaya memastikan penghentian segera serangan Israel terhadap Beirut dan warga sipilnya.
Pernyataan itu disampaikan Kantor Perdana Menteri Lebanon, Kamis waktu setempat, menyusul percakapan telepon antara Salam dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
“Sambil mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya perdamaiannya, Perdana Menteri Lebanon meminta dukungan Pakistan untuk mengakhiri segera serangan yang menargetkan Lebanon dan rakyatnya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pakistan merupakan aktor kunci dalam proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena keterlibatan gerakan Hizbullah.
Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington.
(Purnomo/goeh)
-
POLITIK16/10/2026 06:00 WIBRay Rangkuti: Prabowo Jangan Diam Soal Gibran
-
NUSANTARA16/10/2026 08:30 WIBBMKG Bunyikan Alarm ‘AWAS’ Kekeringan di 22 Provinsi
-
JABODETABEK15/10/2026 19:30 WIBRapelan Gaji PJLP DKI Dibayar November
-
DUNIA15/10/2026 21:00 WIBKim Jong Un Tunjukkan Rudal Mematikan di Depan Publik
-
OASE16/10/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Tegaskan Tak Ada Kebohongan di Hadapan Pengadilan Allah
-
JABODETABEK16/10/2026 05:30 WIBBMKG: Waspada Gerah Ekstrem Jumat
-
NASIONAL16/10/2026 11:00 WIBPengamat SDI: Karhutla Membakar Masa Depan Anak
-
EKBIS16/10/2026 09:30 WIBIHSG AMBRUK 11%

















