RAGAM
Awas, Kebiasaan yang Dapat Mempercepat Penuaan
AKTUALITAS.ID – Ada beberapa kebiasaan harian umum yang secara aktif dapat mempercepat penuaan tubuh manusia.
Ahli Bedah Jantung Jeremy London, M.D., membagikan kebiasaan-kebiasaan tersebut melalui sebuah unggahan di Instagramnya.
Jeremy menyampaikan bahwa kebiasaan itu dapat berkontribusi pada perubahan suasana hati, perubahan sel, memicu peradangan, dan menambah beban ekstra pada jantung seiring waktu.
Berikut adalah kebiasaan- kebiasaan yang ia sebutkan:
Gaya hidup tidak aktif
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa lebih sering bergerak dapat mendukung kemampuan anda untuk tetap aktif secara fisik seiring bertambahnya usia, menurunkan risiko kelemahan fisik.
Namun, gaya hidup tidak aktif dapat memiliki efek negatif seiring bertambahnya usia.
Secara khusus, kemampuan tubuh untuk mengirimkan nutrisi menurun, dan fungsi mitokondria mulai menurun, sehingga keduanya dapat mempercepat proses penuaan.
“Jika anda tidak melakukannya, anda akan kehilangan kemampuan itu,” kata Jeremy.
Kurang tidur
Memprioritaskan kebiasaan tidur yang baik dapat membantu tubuh anda memulihkan diri setiap malam, mendukung segala hal mulai dari energi hingga kesehatan jantung dalam jangka panjang. Dia menekankan bahwa tidur sangat penting, bukan kemewahan.
Meskipun banyak dari kita kesulitan mendapatkan jumlah tidur yang kita butuhkan dan juga tidur berkualitas tinggi, ada beberapa cara untuk mendukung kebiasaan tidur yang lebih baik.
Pola makan yang buruk
Jeremy menunjukkan bahwa mengonsumsi pola makan yang buruk dan kelebihan berat badan, terutama lemak visceral di sekitar organ, dapat meningkatkan peradangan, resistensi insulin, dan disfungsi metabolisme.
Fokus pada pola makan seimbang untuk kesehatan yang berkelanjutan. Pendekatan yang mudah dan menyenangkan untuk melindungi jantung anda.
Merokok dan vaping
Merokok dan vaping termasuk cara tercepat untuk mempercepat penuaan tubuh. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa metabolit beracun dari kebiasaan ini meningkatkan stres oksidatif dan merusak DNA Anda, yang sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan jantung jangka panjang.
Stres oksidatif berarti sel-sel tubuh menghadapi lebih banyak kerusakan daripada yang dapat mereka perbaiki dengan mudah. ​​Seiring waktu, ini dapat memengaruhi organ vital dan kesehatan secara keseluruhan, sehingga semakin penting untuk mengatasi kebiasaan ini sesegera mungkin.
Mengabaikan stres kroniks
Ketika stres dibiarkan tanpa kendali, stres tidak hanya memengaruhi suasana hati, stres dapat memiliki efek jangka panjang pada tubuh di tingkat seluler, menjadikan manajemen stres sebagai bagian penting dalam mendukung kesehatan jantung dan kesehatan secara keseluruhan.
Jeremy menyoroti bahwa stres yang terus-menerus dan tidak terkendali dapat mempercepat penuaan dan beberapa penelitian bahkan mengaitkannya dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
Ia menjelaskan bahwa stres yang tak henti-hentinya ini meningkatkan peradangan, mengubah regulasi DNA, dan memperpendek telomer, sebuah penutup pelindung di ujung kromosom yang terkait dengan penuaan.
(Yan Kusuma/goeh)
-
NASIONAL16/04/2026 14:00 WIBEnam Hari Jadi Ketua, Ketua Ombudsman RI Ditangkap Kejaksaan
-
RIAU16/04/2026 20:15 WIBPasca Ricuh Panipahan, Kapolda Riau Minta Maaf dan Dorong Pemulihan Kepercayaan Publik
-
RAGAM16/04/2026 08:30 WIBBMKG: 64% Wilayah Indonesia Akan Lebih Kering
-
JABODETABEK16/04/2026 05:30 WIBBMKG Ingatkan: Hujan Ringan Akan Guyur Jakarta Sepanjang Hari
-
EKBIS16/04/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Naik ke Level 7.663
-
OASE16/04/2026 05:00 WIB4 Ayat Al-Qur’an Tentang Panggilan Allah yang Wajib Muslim Tahu
-
RIAU16/04/2026 16:30 WIBPolda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi ‘Wake-Up Call’ Bersama
-
JABODETABEK16/04/2026 12:30 WIBJakpus Darurat Begal? Polisi Kejar Komplotan Bersenjata Tajam

















