DUNIA
Panas! Iran Klaim Masih Punya Ribuan Rudal dan Drone
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Teheran menegaskan kesiapan militernya dengan menyiapkan cadangan rudal dan drone untuk menghadapi kemungkinan kelanjutan konflik.
Pernyataan ini disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei Nik, yang menegaskan bahwa kemampuan militer Iran tidak melemah seperti yang diklaim oleh pihak Amerika Serikat.
Menurutnya, sebelum konflik pecah pada 28 Februari 2026, Iran telah mengamankan cadangan strategis, termasuk rudal, drone, serta berbagai persenjataan lainnya.
“Cadangan strategis Angkatan Bersenjata telah cukup dipasok sebelum perang, sehingga memastikan kemampuan operasi ofensif dan defensif tetap berjalan,” ujarnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat mengklaim telah melumpuhkan sebagian besar kemampuan militer Iran. Namun, klaim tersebut dibantah oleh Teheran yang menyebut kekuatan militernya justru terus meningkat.
Laporan sejumlah analis menyebut Iran memiliki salah satu persenjataan paling beragam di kawasan Timur Tengah, termasuk berbagai jenis rudal balistik dengan jangkauan hingga ribuan kilometer.
Selain itu, Iran juga disebut memiliki puluhan ribu drone tempur yang menjadi salah satu kekuatan utama dalam strategi militernya.
Di tengah ketegangan, kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan sejak 8 April 2026. Namun, perundingan awal yang digelar di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Presiden AS, Donald Trump, bahkan memberi sinyal bahwa negosiasi lanjutan kemungkinan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Ia juga menyebut bahwa konflik saat ini “hampir berakhir”, meskipun situasi di lapangan masih penuh ketidakpastian.
Pernyataan Iran yang terus memperkuat militernya menunjukkan bahwa potensi konflik masih terbuka. Kesiapan rudal dan drone menjadi indikator bahwa kedua pihak belum sepenuhnya menurunkan tensi.
Para pengamat menilai, kegagalan diplomasi dalam waktu dekat dapat memicu kembali eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Meski ada sinyal perdamaian, realitas di lapangan menunjukkan kedua pihak masih bersiap menghadapi skenario terburuk. Dunia kini menanti apakah negosiasi akan berhasil meredakan konflik, atau justru membuka babak baru ketegangan global. (Mun)
-
RIAU19/07/2026 13:30 WIBRiau Bhayangkara Run 2026 Jadi Ajang Sport Tourism dan Kampanye Pelestarian Lingkungan
-
POLITIK19/07/2026 18:00 WIBAtribut PSI Lebih Banyak daripada Kader Partai
-
RAGAM19/07/2026 14:40 WIBSeluruh Pantai Selatan Jawa Berada di atas Zona Subduksi Megathrust Aktif
-
POLITIK19/07/2026 14:10 WIBPSI Tidak akan Besar, Tetap akan Jadi Partai Gurem
-
NUSANTARA19/07/2026 19:00 WIBKejuaraan Karate Piala Kapolda Sumsel 2026 Digelar, Cik Ujang Dorong Lahirnya Atlet Muda
-
NASIONAL19/07/2026 16:00 WIBRieke Minta Kasus eFishery Diusut Tuntas, Indonesia Jangan Jadi Surga Kejahatan Korporasi
-
RIAU19/07/2026 17:00 WIBCabuli Bocah 12 Tahun, Polisi Ciduk Pria Bejat di Riau
-
DUNIA19/07/2026 15:00 WIBAnwar: Kami akan Terus Bela Palestina Tanpa Takut

















