EKBIS
Pelindo Pulihkan Ekosistem Laut Pulau Hanita, dengan tanam 6.500 Karang
AKTUALITAS.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mencatat tingkat keberhasilan hidup terumbu karang mencapai 98,69 persen dalam program rehabilitasi ekosistem laut di Pulau Hanita, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Program yang berlangsung sepanjang periode 2024 hingga 2026 itu melibatkan masyarakat pesisir dan berhasil merehabilitasi kawasan laut seluas 9.000 meter persegi.
Program rehabilitasi tersebut dijalankan bersama CECT Sustainability Trisakti dan Yayasan Peduli Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian ekosistem laut.
Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo, Hendri Ginting, mengatakan pelestarian lingkungan laut menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung keberlanjutan kawasan pesisir yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Pelindo memandang laut bukan hanya sebagai ruang konektivitas, tetapi juga sebagai ekosistem yang perlu dijaga keberlanjutannya,” kata Hendri dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Program rehabilitasi dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama selama periode 2024 hingga 2025, Pelindo menempatkan 25 unit substrat dan melakukan transplantasi 3.250 fragmen karang di area seluas 4.500 meter persegi.
Tahap kedua dilaksanakan pada periode 2025 hingga 2026 dengan jumlah substrat, fragmen karang, dan luasan rehabilitasi yang sama. Secara keseluruhan, program tersebut mencakup 50 unit substrat, 6.500 fragmen karang, dan area rehabilitasi seluas 9.000 meter persegi.
Selain fokus pada pemulihan habitat bawah laut, program ini juga melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan transplantasi dan pemeliharaan karang secara berkala. Sebanyak 10 warga Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, ikut terlibat, terdiri dari lima nelayan dan lima perempuan setempat.
Menurut Hendri, pelibatan masyarakat menjadi bagian penting agar upaya rehabilitasi tidak berhenti pada kegiatan penanaman karang semata, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian laut.
“Pelindo mendorong pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat pesisir dalam menjaga laut sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.
Hasil pemantauan menunjukkan perkembangan positif di area rehabilitasi. Terumbu karang yang ditanam tumbuh dengan baik dan berbagai jenis ikan serta biota laut mulai kembali menghuni kawasan tersebut.
Pelindo memperkirakan program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan serapan karbon hingga sekitar 2.250 kilogram CO2 per tahun. Manfaat tersebut diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat keberlanjutan ekosistem pesisir di wilayah Manggarai Barat. (red)
-
NASIONAL27/07/2026 18:31 WIBTiga Kali Ganti Pimpinan BGN, Namun Tak Satupun yang Punya Latar Belakang Ahli Gizi
-
POLITIK27/07/2026 09:00 WIB30 Tahun Kudatuli Luka Demokrasi Belum Sembuh
-
FOTO27/07/2026 16:00 WIBFOTO: Pemerintah Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
-
NASIONAL27/07/2026 09:15 WIBMendadak Mundur! Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI
-
OASE27/07/2026 05:00 WIBMakna Api dalam Al-Qur’an Lebih Dalam dari yang Dibayangkan
-
POLITIK27/07/2026 13:00 WIBPSI: Tak Masuk Akal Jokowi Jadi Presiden Dua Periode Tanpa Ijazah
-
POLITIK27/07/2026 07:00 WIBKaesang Nekat Maju Pileg 2029 Dari Dapilnya Puan Maharani
-
NASIONAL27/07/2026 10:15 WIBIstana Bantah Isu di Balik Mundurnya Perry Warjiyo

















