OASE
365 Kali Kata Hari dalam Al-Qur’an
AKTUALITAS.ID – Waktu terus berjalan tanpa pernah berhenti. Setiap detik yang berlalu membawa manusia semakin dekat pada masa depan sekaligus semakin jauh dari kesempatan yang telah terlewat. Dalam Islam, waktu bukan sekadar hitungan jam dan kalender, tetapi amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Salah satu hal yang kerap menjadi perhatian adalah penyebutan kata “yaum” (hari) dalam Al-Qur’an. Sejumlah peneliti dan penulis menyebut kata tersebut muncul sebanyak 365 kali dalam bentuk tunggal, jumlah yang sering dikaitkan secara simbolis dengan jumlah hari dalam satu tahun.
Meski demikian, para ulama dan akademisi mengingatkan bahwa penghitungan tersebut bergantung pada metode klasifikasi kata dan bentuk gramatikal yang digunakan. Karena itu, angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai salah satu kajian menarik dalam studi Al-Qur’an, bukan sebagai dasar utama penafsiran.
Waktu Tidak Selalu Berarti 24 Jam
Al-Qur’an menggunakan konsep waktu dalam berbagai makna. Ada waktu yang merujuk pada pergantian siang dan malam di bumi, ada masa penciptaan alam semesta, dan ada pula waktu yang berkaitan dengan kehidupan akhirat.
Beberapa ayat bahkan menggambarkan bahwa ukuran waktu di sisi Allah berbeda dengan ukuran manusia.
Dalam QS Al-Hajj ayat 47 dan QS As-Sajdah ayat 5, disebutkan bahwa satu hari di sisi Allah laksana seribu tahun menurut perhitungan manusia.
Sementara dalam QS Al-Ma’arij ayat 4, disebutkan bahwa para malaikat naik kepada Allah dalam satu hari yang kadarnya setara lima puluh ribu tahun.
Ayat-ayat tersebut selama berabad-abad menjadi bahan kajian para ulama, filosof, hingga ilmuwan yang menyoroti bagaimana Al-Qur’an menggambarkan waktu sebagai sesuatu yang tidak selalu dipahami secara sederhana.
Allah Bersumpah dengan Waktu
Menariknya, Al-Qur’an berkali-kali menjadikan waktu sebagai objek sumpah Ilahi.
Allah bersumpah demi masa dalam Surah Al-‘Ashr, demi malam dalam Surah Al-Lail, demi waktu dhuha dalam Surah Ad-Dhuha, demi fajar dalam Surah Al-Fajr, hingga demi waktu subuh dalam Surah At-Takwir.
Penggunaan sumpah tersebut dipahami para mufasir sebagai penegasan bahwa waktu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Pesan yang ingin disampaikan bukan sekadar menghitung hari, tetapi bagaimana setiap detik dimanfaatkan untuk keimanan, amal saleh, serta memperbaiki kualitas hidup. (Mun)
-
NUSANTARA23/08/2026 10:00 WIBKarhutla Sumsel Tembus 1.926 Ha
-
DUNIA23/08/2026 08:00 WIB16 Nyawa Melayang dalam Serangan Drone Rusia
-
NASIONAL23/08/2026 07:00 WIBKPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek Pemkab Bogor
-
NASIONAL23/08/2026 09:00 WIBWamenaker: Aktivis Kunci Indonesia Lebih Baik
-
NASIONAL23/08/2026 11:00 WIBMenteri LH Bongkar 335 Perusahaan Nakal
-
NASIONAL23/08/2026 17:00 WIBPemerintah Gelontorkan Rp1,2 Triliun untuk Pangan Bencana
-
NUSANTARA23/08/2026 13:00 WIBKepala Balai TNWK: Ada Dugaan Way Kambas Sengaja Dibakar
-
NASIONAL23/08/2026 14:00 WIBGolkar Desak BMKG Perkuat Alarm Gempa

















