JABODETABEK
12 Pelajar Diamankan Usai Tawuran Bersenjata di Bekasi
AKTUALITAS.ID – Kasus tawuran pelajar yang pecah di pinggir Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Jalan Raya Cikunir, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, terus berkembang. Hingga kini, aparat kepolisian telah mengamankan total 12 pelajar dari dua kelompok yang terlibat bentrokan bersenjata tersebut.
Polisi mengungkap bahwa para pelajar yang terlibat masih berusia sangat muda, mulai dari 13 hingga 16 tahun. Temuan itu menambah keprihatinan atas maraknya aksi kekerasan yang melibatkan anak-anak usia sekolah.
Kapolsek Bekasi Selatan AKP Rumangga P. Napitupulu menjelaskan penyidik tengah mendalami pola komunikasi kedua kelompok sebelum bentrokan terjadi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua kelompok diketahui menggunakan akun media sosial, khususnya Instagram, sebagai sarana berkomunikasi sebelum tawuran berlangsung.
“Penyidik kini mendalami keterkaitan komunikasi tersebut dengan peran masing-masing pelajar yang berada di lokasi kejadian,” ujar Rumangga, Jumat (16/10/2026).
Enam pelajar dari kelompok lawan yang diamankan masing-masing berinisial RFA (13), IRR (15), MRA (15), A (16), MR (15), dan RBA (13). Sebelumnya polisi juga telah mengamankan enam pelajar lainnya berinisial APK (14), SAS (14), A (13), AP (15), CBH (15), dan FK (15).
Penyelidikan juga mengungkap adanya korban luka dari kedua kubu. Seorang pelajar berinisial F mengalami luka bacok pada pergelangan tangan kiri dan punggung kiri sehingga harus menjalani perawatan medis di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.
Sementara itu, seorang pelajar berinisial RFA dari kelompok lawan mengalami luka pada tangan kiri akibat sabetan penggaris besi saat bentrokan berlangsung.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah golok, lima unit telepon genggam, serta pakaian yang diduga digunakan saat kejadian berlangsung.
Rumangga menegaskan aparat tidak hanya fokus pada keberadaan para pelajar di lokasi, tetapi juga mendalami peran masing-masing individu. Polisi menyelidiki siapa yang melakukan kekerasan, membawa senjata tajam, hingga pihak-pihak yang diduga turut mengatur maupun memfasilitasi aksi tawuran tersebut.
“Setiap anak akan diperiksa berdasarkan keterlibatannya masing-masing agar proses hukum berjalan objektif dan adil,” tegasnya.
Di sisi lain, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan keprihatinan mendalam atas keterlibatan anak-anak usia sekolah dalam aksi kekerasan yang membahayakan nyawa.
Menurutnya, fenomena ini menjadi alarm serius bagi seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap remaja.
“Jangan sampai kesalahan pada usia muda menghancurkan masa depan mereka. Pembinaan harus dilakukan, tetapi pertanggungjawaban hukum tetap harus ditegakkan,” kata Putu Kholis.
Polisi saat ini masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap seluruh fakta di balik tawuran berdarah tersebut, termasuk kemungkinan adanya perencanaan melalui media sosial yang memicu bentrokan antara kedua kelompok pelajar di Bekasi Selatan. (Irawan/Mun)
-
NASIONAL16/10/2026 11:00 WIBPengamat SDI: Karhutla Membakar Masa Depan Anak
-
POLITIK16/10/2026 06:00 WIBRay Rangkuti: Prabowo Jangan Diam Soal Gibran
-
NUSANTARA16/10/2026 08:30 WIBBMKG Bunyikan Alarm ‘AWAS’ Kekeringan di 22 Provinsi
-
JABODETABEK16/10/2026 05:30 WIBBMKG: Waspada Gerah Ekstrem Jumat
-
EKBIS16/10/2026 09:30 WIBIHSG AMBRUK 11%
-
JABODETABEK16/10/2026 17:30 WIBBMKG: Jakarta Mulai Terpapar Asap Karhutla Kalimantan
-
JABODETABEK16/10/2026 07:30 WIBTawuran Pelajar SMK Pelita dan SMK Pandu Tewaskan Satu Siswa
-
DUNIA16/10/2026 15:00 WIBAsap Karhutla Mengerikan! Langit Indonesia Jadi Sorotan Dunia

















