Connect with us

DUNIA

Media Asing Soroti IHSG Jatuh 469 Poin Usai Pengumuman MSCI

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) remuk pada pembukaan perdagangan usai terjun bebas 469,86 poin atau 8 persen. Kehancuran bursa saham domestik ini tak pelak langsung menjadi sorotan tajam berbagai media internasional.

Pemicu utama kepanikan pasar ini adalah sinyal dari perusahaan jasa keuangan global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang mempertimbangkan untuk mendepak Indonesia dari daftar Pasar Negara Berkembang (Emerging Market) turun kasta menjadi Pasar Mandiri (Standalone Market).

Media asal Jepang, Nikkei Asia, mengulas tajam krisis ini lewat laporan bertajuk “Indonesia stocks plunge after MSCI signals possible downgrade in status”. Nikkei menyoroti pernyataan resmi MSCI yang menilai klasifikasi Indonesia sebagai Pasar Berkembang sudah tidak lagi tepat secara berkelanjutan. Rencana degradasi ini menjadi pukulan telak di tengah upaya keras Indonesia mempertahankan status pasarnya di mata investor global.

BACA JUGA  Media Asing Ungkap Evaluasi Besar Program MBG

Penurunan status menjadi Standalone Market merupakan sinyal bahaya ekstrem. Hal ini berarti Indonesia dinilai gagal memenuhi standar tiga tingkatan pasar utama MSCI (maju, berkembang, dan perbatasan). Jika degradasi ini dieksekusi, Indonesia akan terperosok ke dalam kelompok kecil bersama Argentina, atau bahkan bernasib seperti Iran dan Irak yang tidak tercakup dalam indeks MSCI sama sekali.

Penyedia indeks global tersebut nyatanya sudah mencium sejumlah kebobrokan struktural di pasar modal RI sejak lama. MSCI menyoroti parahnya krisis transparansi pasar, konsentrasi kepemilikan saham yang tidak sehat, hingga maraknya praktik perdagangan orang dalam (insider trading). Deretan sentimen negatif inilah yang menobatkan Indonesia sebagai pasar saham dengan kinerja terburuk di tahun ini.

BACA JUGA  Aksi Solidaritas Kematian Ojol di Indonesia Jadi Sorotan Media Asing

Kehancuran IHSG ini turut menjadi tajuk utama media Barat. Media bonafide asal Inggris, Financial Times (FT), menampar pasar modal RI lewat artikel “Indonesia stock plunge after MSCI says market could be cut from indices”. Tidak ketinggalan, media tetangga asal Malaysia, The Star, ikut membunyikan alarm kepanikan dengan merilis judul provokatif “Jakarta stocks plunge 11% as MSCI set to drop Indonesia from indexes”. (Mun)

TRENDING