Berita
Sri Mulyani: Pelonggaran PSBB Ekonomi Bisa Pulihkan Ekonomi Nasional
AKTUALITAS.ID – Pemerintah sedang memikirkan pelonggaran kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), hal itu menanggapi keluhan masyarakat yang tidak dapat melakukan aktivitas dengan bebas. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pelonggaran PSBB dianggap bisa memulihkan perekonomian nasional secara bertahap. “Jangan lupa di semua negara dilakukan adjustment. Ada yang sudah tidak sabar karena ekonominya terpukul sangat […]
AKTUALITAS.ID – Pemerintah sedang memikirkan pelonggaran kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), hal itu menanggapi keluhan masyarakat yang tidak dapat melakukan aktivitas dengan bebas.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pelonggaran PSBB dianggap bisa memulihkan perekonomian nasional secara bertahap.
“Jangan lupa di semua negara dilakukan adjustment. Ada yang sudah tidak sabar karena ekonominya terpukul sangat besar kemudian mereka buru-buru membuka, habis itu mereka nyesel tutup lagi. Kan hal itu yang tidak kita inginkan,” kata Sri Mulyani saat video conference, Jakarta, Jumat (8/5/2020).
Sri Mulyani mengungkapkan, pelonggaran PSBB berdasarkan data yang dipegang pemerintah. Salah satunya data prediksi yang menunjukkan angka penyebaran mulai melandai. Meski demikian, pemerintah sampai saat ini masih menghitung secara detil.
“Begitu data menunjukkan adanya perkembangan positif, berarti adjustment dari policy harus dilakukan,” ujarnya.
“Jdi dalam hal ini, kita lihat saja sambil semuanya ikut berpartisipasi. kalau semuanya ikut menjalankan secara disiplin, dengan ikhtiar dan doa, kita berharap ini bisa menurun,” tambahnya.
Dalam implementasinya nanti, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku tetap menjaga sektor kesehatan dan sosial ekonomi. Data seperti ini yang dijadikan pemerintah untuk memikirkan pelonggaran PSBB.
“Karena bagaimana pun juga kesehatan dan kemanusiaan tidak bisa dinomor duakan. Dia tetap nomor satu. Namun pada saat yang sama kita tahu bahwa masyarakat secara sosial ekonomi keuangan, mereka juga butuh kegiatan itu,” katanya.
“Jadi kita harus membuat langkah-langkah yang bisa menjaga keseimbangan antara kesehatan dan kemanusiaan tidak dikompromi, tapi kegiatan sosial ekonomi mulai bisa dipulihkan secara berangsur,” tambahnya.
“Semuanya sekarang kembali ke titik awal sebelum pertemuan puncak antara Korut-Korsel terjadi pada 2018 lalu,” ujar jubir Korut tersebut melalui sebuah pernyataan yang dirilis di kantor berita pemerintah, KCNA.
-
FOTO30/01/2026 20:18 WIBFOTO: Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional di Istana Negara
-
DUNIA30/01/2026 07:30 WIBGarda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris
-
NASIONAL30/01/2026 05:30 WIBGuna Jamin Objektivitas, Kapolresta Sleman di Nonaktifkan
-
NUSANTARA30/01/2026 11:00 WIBSiswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG Masih Jalani Rawat Inap
-
POLITIK30/01/2026 12:45 WIBTrump Ancam Iran, Senator RI Ingatkan Indonesia Jaga Politik Bebas Aktif
-
OASE30/01/2026 05:00 WIBBatas Keharaman Jual Beli Menjelang Shalat Jumat
-
EKBIS30/01/2026 13:00 WIBDirut BEI Mengundurkan Diri
-
POLITIK30/01/2026 14:00 WIBKetua Komisi II DPR Tak Sepakat Usulan Ambang Batas Parlemen Dihapus

















