Berita
5 Hakim & 3 Pegawai Positif Covid-19, PN Jakpus Dilockdown Sampai 21-23 Desember
AKTUALITAS.ID – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Kelas IA Khusus yang berlokasi di Jalan Bungur Raya, Kemayoran, ditutup sementara pada 21-23 Desember 2020 karena beberapa pegawai termasuk hakim terpapar Covid-19. “Berdasarkan hasil pemeriksaan swab PCR Covid-19, beberapa aparatur peradilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas IA Khusus terpapar virus Covid-19 sehingga terhitung sejak 21-23 […]
AKTUALITAS.ID – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Kelas IA Khusus yang berlokasi di Jalan Bungur Raya, Kemayoran, ditutup sementara pada 21-23 Desember 2020 karena beberapa pegawai termasuk hakim terpapar Covid-19.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan swab PCR Covid-19, beberapa aparatur peradilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas IA Khusus terpapar virus Covid-19 sehingga terhitung sejak 21-23 Desember 2020 operasional perkantoran dan layanan pengadilan dihentikan sementara,” kata Humas PN Jakarta Pusat Bambang Nurcahyanto, seperti diberitakan Antara, Kamis (17/12/2020).
Setidaknya sudah dua kali PN Jakpus ditutup sementara karena pandemi Covid-19 yaitu pada 25 Agustus – 1 September dan 7-14 Oktober 2020.
Saat itu ada 7 orang pegawai PN Jakpus termasuk dua orang hakim dinyatakan positif Covid-19 dan terjadi sejumlah penundaan sidang.
Menurut Bambang, Ketua PN Jakpus telah mengeluarkan surat keputusan No W10-U1/147/KP.00.3/XII/2020 tertanggal 17 Desember 2020 tentang Tindak Lanjut Penanganan Covid-19 periode 2020 mengenai penutupan sementara itu.
Namun, menurut Bambang, untuk pelayanan yang sangat mendesak yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya akan tetap dilaksanakan seperti persidangan bagi tahanan yang sudah akan habis masa tahanannya.
“Benar ada 3 hakim yang dinyatakan positif Covid-19, sehingga perkara yang ditangani akan dihentikan sementara atau digantikan ke rekan hakim lainnya,” ungkap Bambang.
Sesungguhnya PN Jakpus sudah menggunakan metode “video conference” untuk perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) meminimalkan kerumunan.
Namun hanya terdakwa yang tetap berada di rumah tahanan dan menggunakan “video conference” sedangkan majelis hakim, jaksa penuntut umum (JPU), sebagian penasihat hukum dan saksi tetap datang ke pengadilan.
Sidang virtual tersebut dilakukan untuk terdakwa yang perkaranya ditangani KPK sedangkan terdakwa di bawah Kejaksaan Agung masih harus menjalani sidang secara langsung di pengadilan.
Selanjutnya sidang perkara perdata, Pengadilan Hubungan Industrial dan persidangan lainnya dilakukan secara virtual maupun langsung.
-
RIAU11/10/2026 11:30 WIBPergantian Kapolda Riau: Welcome and Farewell Parade Tandai Estafet Kepemimpinan
-
POLITIK11/10/2026 13:00 WIBPengamat: Pemakzulan Wapres Bisa Dilakukan Secara Individual
-
NASIONAL11/10/2026 14:00 WIBBGN Tegaskan Lokasi Penemuan Jenazah Kendal Bukan Dapur SPPG
-
RIAU11/10/2026 09:30 WIBKabaharkam Polri dan TNI Perkuat Sinergi Gerakan Penanaman Sejuta Pohon di Siak Riau
-
POLITIK11/10/2026 11:00 WIBPengamat: RUU Pemilu Diminta Dirombak Total Usai Putusan MK
-
DUNIA11/10/2026 12:00 WIBIran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz
-
POLITIK11/10/2026 06:00 WIBGolkar Sebut Dasar Pemakzulan Gibran Tak Terpenuhi
-
POLITIK11/10/2026 07:00 WIBDemokrat Pastikan Belum Ada Pembahasan Capres 2029

















