Berita
Perdana Menteri Selandia Baru Cabut Semua Aturan Lockdown
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah mencabut semua pembatasan yang sempat berlaku saat lockdown seiring dengan tak ada lagi pasien yang dirawat karena terinfeksi virus corona. Pencabutan ini sekaligus mengakhiri aturan jaga jarak dan larangan untuk melakukan pertemuan publik dalam jumlah besar. “Kami yakin telah berhasil menyudahi penularan virus corona di Selandia Baru untuk […]
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah mencabut semua pembatasan yang sempat berlaku saat lockdown seiring dengan tak ada lagi pasien yang dirawat karena terinfeksi virus corona.
Pencabutan ini sekaligus mengakhiri aturan jaga jarak dan larangan untuk melakukan pertemuan publik dalam jumlah besar.
“Kami yakin telah berhasil menyudahi penularan virus corona di Selandia Baru untuk saat ini,” kata Ardern dalam pidatonya yang disiarkan televisi seperti mengutip AFP.
Mulai Selasa (9/6), warga juga telah dibolehkan melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk menghabiskan waktu di kafe, berjemur di taman, atau mengikuti kelas olahraga.
Selandia Baru menuai pujian global setelah upaya penanganan virus corona dianggap berhasil menekan laju penyebaran virus corona. Sejak mengonfirmasi kasus pertama virus corona, Selandia Baru telah menetapkan lockdown ketat selama tujuh pekan.
Kendati demikian, Ardern mengatakan jika pihaknya masih akan melakukan pengendalian ketat di daerah perbatasan.
Pada tingkatan yang lebih luas, Ardern mengatakan pelonggaran pembatasan ini akan membantu memulihkan kembali sektor perekonomian di Selandia Baru.
Sehari sebelumnya pada Senin (8/6) Selandia Baru menyatakan telah terbebas dari pandemi virus corona. Satu pasien terakhir yang dirawat karena virus corona dinyatakan sembuh dan telah merampungkan proses perawatan.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Ashley Bloomfield mengatakan data terbaru ini merupakan kabar yang sangat baik setelah upaya panjang Selandia Baru menekan penyebaran virus corona.
“Tidak ada laporan kasus aktif (virus corona) untuk pertama kalinya sejak 28 Februari merupakan tanda signifikan dalam perjalanan kami,” ujar Bloomfield.
Kendati demikian, Bloomfield menegaskan Negeri Kiwi akan tetap mewaspadai potensi penularan virus corona di masa depan.
“Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, kewaspadaan terhadap potensi Covid-10 akan menjadi hal penting,” ujarnya.
-
POLITIK20/07/2026 13:00 WIBPDIP Desak BGN Buka Data Kader yang Diduga Terlibat MBG
-
NASIONAL20/07/2026 11:00 WIBDPR Minta Hotman Stop Bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie
-
DUNIA20/07/2026 12:00 WIBMojtaba Khamenei: Amerika Akan Menyesal Jika Konflik Terus Dipicu
-
NASIONAL20/07/2026 10:00 WIBBawaslu Tantang Mahasiswa Adu Argumen Soal Hukum Pemilu
-
NASIONAL20/07/2026 17:00 WIBPengembalian Amplop Uang Raja Juli Tak Hapus Dugaan Pidana
-
NASIONAL20/07/2026 16:30 WIBAhmad Sahroni: Jangan Bawa Nama Presiden dalam Pembelaan Febrie Adriansyah
-
NASIONAL20/07/2026 17:30 WIBBRIN Sebut Pola Komunikasi Kepala Bakom Perlu Dievaluasi
-
RIAU20/07/2026 18:00 WIBPeringati Hari Jadi Bengkalis, Pemkab Gelar Lomba Tradisional untuk Lestarikan Budaya