Berita
Jelang Pemilu AS, Twitter Tambah Label Peringatan
AKTUALITAS.ID – Twitter mengatakan akan menghapus cuitan yang mengajak orang-orang untuk mengganggu proses pemilihan presiden AS, termasuk melalui kekerasan, dengan menambahkan lebih banyak pembatasan untuk memperlambat penyebaran informasi yang salah. Mengutip Reuters, Twitter mengatakan pengguna akan mendapatkan label yang mengarahkan mereka ke informasi yang dapat dipercaya sebelum mereka dapat me-retweet konten yang telah diberi label […]
AKTUALITAS.ID – Twitter mengatakan akan menghapus cuitan yang mengajak orang-orang untuk mengganggu proses pemilihan presiden AS, termasuk melalui kekerasan, dengan menambahkan lebih banyak pembatasan untuk memperlambat penyebaran informasi yang salah.
Mengutip Reuters, Twitter mengatakan pengguna akan mendapatkan label yang mengarahkan mereka ke informasi yang dapat dipercaya sebelum mereka dapat me-retweet konten yang telah diberi label menyesatkan.
Twitter akan menambahkan lebih banyak peringatan dan pembatasan pada cuitan dengan label informasi menyesatkan dari tokoh politik AS, termasuk kandidat, serta akun yang berbasis di AS dengan lebih dari 100.000 pengikut atau yang punya ‘keterlibatan yang signifikan’.
Jejaring sosial yang baru-baru ini tengah menguji bagaimana membuat label yang lebih jelas itu mengatakan, orang-orang harus memanfaatkan label peringatan tersebut saat melihat cuitan. Pengguna juga hanya dapat melakukan ‘quote tweet’, karena like, retweet, dan balas cuitan akan dinonaktifkan.
Twitter menyebut bahwa mereka telah memberi label pada ribuan unggahan yang menyesatkan, meskipun sebagian besar perhatian tertuju pada label yang ada pada tweet Presiden AS Donald Trump.
Twitter juga mengatakan akan memberi label pada tweet yang secara palsu mengklaim kemenangan bagi kandidat mana pun.
Twitter pun telah mengumumkan sejumlah langkah sementara untuk memperlambat amplifikasi konten.
Misalnya, mulai 20 Oktober 2020 hingga setidaknya akhir pekan pemilu AS, pengguna global yang menekan ‘retweet’ akan diarahkan terlebih dahulu ke tombol ‘quote tweet’ untuk mendorong orang menambahkan komentar mereka sendiri.
Twitter juga akan berhenti menampilkan topik yang sedang tren tanpa konteks tambahan, dan akan menghentikan rekomendasi ‘disukai oleh’ dari orang yang tidak mereka kenal di timeline pengguna.
Keputusan Twitter untuk ‘menginjak rem’ pada rekomendasi otomatis kontras dengan pendekatan di Facebook, yang meningkatkan promosi untuk grup meskipun ada kekhawatiran tentang ekstremisme di ruang-ruang itu.
Facebook berada di bawah tekanan untuk memerangi kesalahan informasi terkait pemilu dan bersiap menghadapi kemungkinan kekerasan atau intimidasi di tempat pemungutan suara saat pemungutan suara pada 3 November mendatang.
Pada Rabu lalu (7/10/2020), raksasa media sosial itu mengatakan akan melarang ajakan untuk menonton pemungutan suara yang menggunakan ‘bahasa militer’.
-
DUNIA07/05/2026 08:00 WIBRibuan Tentara Israel Disebut Alami Gangguan Mental
-
OASE07/05/2026 05:00 WIBDalil Puasa Wajib dan Sunnah yang Jarang Diketahui Umat Islam
-
NASIONAL07/05/2026 14:00 WIBDensus 88 Tangkap 8 Teroris di Poso & Parigi
-
NASIONAL07/05/2026 07:00 WIBEddy Soeparno: Sampah Harus Diubah Jadi Energi Bersih
-
JABODETABEK07/05/2026 08:30 WIBWarga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob Mei 2026
-
EKBIS07/05/2026 14:38 WIBMenguji Kepastian Hukum: 14 Tahun Perjuangan 18 Investor Condotel, Putusan MA Menang Namun Eksekusi Masih Terhalang
-
NASIONAL07/05/2026 10:00 WIBPKS Desak Transparansi Harga BBM demi Lindungi Rakyat
-
POLITIK07/05/2026 06:00 WIBKPP DEM dan Bawaslu Bongkar Bahaya Politik Uang