Berita
Ratusan Juta Orang Terdampak Krisis, PBB Perlu Rp493,5 T Buat Dana Bantuan Darurat 2021
AKTUALITAS.ID – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan perlu dana bantuan darurat sebesar US$35 miliar atau sekitar Rp493,5 triliun (asumsi kurs Rp14.100 per dolar AS) pada 2021. Bantuan darurat itu diperlukan mengingat pandemi virus corona menyebabkan ratusan juta orang terdampak krisis dengan risiko kelaparan. Berdasarkan laporan Global Humanitarian Overview, tahun depan sekitar 235 juta orang membutuhkan bantuan […]
AKTUALITAS.ID – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan perlu dana bantuan darurat sebesar US$35 miliar atau sekitar Rp493,5 triliun (asumsi kurs Rp14.100 per dolar AS) pada 2021.
Bantuan darurat itu diperlukan mengingat pandemi virus corona menyebabkan ratusan juta orang terdampak krisis dengan risiko kelaparan.
Berdasarkan laporan Global Humanitarian Overview, tahun depan sekitar 235 juta orang membutuhkan bantuan darurat. Angka itu melonjak 40 persen dari tahun sebelumnya.
“Kenaikannya meningkat hampir seluruhnya karena covid-19,” ujar Koordinator Bantuan Darurat PBB Mark Lowcock kepada media, dikutip AFP Selasa (1/12/2020).
Laporan itu menyatakan, tahun depan, 1 dari 33 orang di dunia membutuhkan bantuan. Apabila warga yang membutuhkan bantuan itu tinggal dalam satu negara, negara tersebut akan menjadi negara terbesar ke-5 di dunia.
Lowcock menerangkan bantuan darurat yang dibutuhkan tahun depan dapat membantu 165 juta orang yang berada dalam kelompok paling rentan di 56 negara.
Tahun depan, Lowcock khawatir bencana kelaparan di sejumlah wilayah akan kembali menghantam. Pada akhir 2020 saja, jumlah orang yang terancam kelaparan akut mencapai 270 juta orang atau melonjak 82 persen dari periode sebelum covid-19.
Beberapa negara yang penduduknya rentan kelaparan antara lain Yaman, Burkina Faso, Sudan Selatan, dan Nigeria. Kemudian, sejumlah negara juga membutuhkan bantuan di antaranya Republik Kongo, Afghanistan, dan Ethiopia.
Selain itu, kemiskinan ekstrem diperkirakan naik, angka ekspektasi hidup turun, dan kematian tahunan akibat HIV, TBC, dan malaria berpotensi meningkat dua kali lipat. Kondisi itu merupakan pertama kalinya sejak era 1990-an.
“Lampu merah menyala dan alarm berbunyi,” ujarnya.
Kendati demikian, mengumpulkan bantuan darurat US$35 miliar bukan pekerjaan mudah di tengah pandemi. Pasalnya, angka itu dua kali lipat dari jumlah dana yang telah terkumpul tahun ini, US$17 miliar.
“Krisis masih jauh dari berakhir. Anggaran bantuan kemanusiaan juga berkurang seiring dampak pandemi global yang kian memburuk,” ujar Pimpinan PBB Antonio Guterres dalam pernyataannya.
-
RIAU26/02/2026 21:00 WIBMomen Istimewa, Kapolda Riau Berikan Kado Bibit Pohon kepada Pasangan Pengantin
-
RIAU26/02/2026 19:17 WIBAnak Gajah Ditemukan Mati di Tesso Nilo, Kapolda Riau Turun ke Lokasi
-
FOTO27/02/2026 05:34 WIBFOTO: KWP Gandeng DPR dan BUMN Beri Santunan Anak Yatim
-
RIAU26/02/2026 19:00 WIBMahasiswi UIN Dibacok, Polsek Binawidya Bergerak Cepat Amankan Tersangka
-
PAPUA TENGAH26/02/2026 20:54 WIBSelesaikan Konflik Kapiraya, Kapolda Papua Tengah Tinjau Lokasi Besok
-
JABODETABEK26/02/2026 17:58 WIBDenny JA Gelar Pameran Lukisan “Sumatra Menangis dan Kritik Ekologi”
-
NASIONAL26/02/2026 18:00 WIB1.179 SPPG Polri Bakal Diawasi KPK
-
EKBIS26/02/2026 20:30 WIBPeningkatan Produksi Beras Berdampak Pada Sektor Pergudangan

















